Tugujatim.id – Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian merasakan kenikmatan batin yang luar biasa dalam perjalanan umrah plus mengunjungi Masjid Al Aqsa. Berikut serial catatannya yang ke-8.
Fajar mulai merekah di ufuk timur, ketika sinar lembut matahari menyapu perlahan kubah-kubah emas Baitul Maqdis. Udara pagi Yerusalem begitu sejuk, menusuk kulit namun menenangkan jiwa. Suara adzan Subuh berkumandang dari menara, menggetarkan hati setiap insan yang mendengarnya. Suara muadzin itu seakan menyatukan semua doa, memanggil setiap jiwa untuk sujud di hadapan Sang Pencipta.
Aku melangkah memasuki Masjid Qibli, masjid utama di kompleks Masjidil Aqsa, yang berdiri kokoh di sisi selatan kawasan suci ini. Lantai marmer yang dingin terasa menenangkan di telapak kaki. Cahaya lampu temaram berpadu dengan aroma kayu tua dan karpet yang harum, menciptakan suasana yang begitu khusyuk.
Di hadapanku terbentang mihrab megah, tempat di mana para imam memimpin salat sejak berabad-abad lalu. Kubayangkan betapa mulianya tempat ini, kiblat pertama umat Islam, saksi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah ﷺ. Air mata menetes perlahan, mengingat bahwa kaki ini berdiri di tanah yang pernah dipijak para nabi.

Saat takbir pertama dikumandangkan, suasana hening menyelimuti seluruh ruang. Ribuan jamaah berdiri rapat, bahu bersentuhan, hati terpaut. Dalam sujud yang panjang, aku merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Allah. Seakan tak ada jarak antara doa yang terucap dan langit yang mendengar.
Ketika salam terakhir diucapkan, cahaya pagi mulai menembus jendela-jendela masjid, menciptakan garis-garis cahaya yang indah. Burung-burung beterbangan di halaman kompleks Masjidil Aqsa, melantunkan simfoni alam yang berpadu dengan dzikir jamaah.
BACA JUGA: Hati Saya Bergetar Ketika Melihat Kubah Emas Masjid Al Aqsa di Palestina (5)
Salat Subuh di Masjid Aqsa (Masjid Qibli) bukan sekadar ibadah, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang menenangkan hati, menggetarkan iman, dan mengajarkan bahwa berada di tanah suci ini adalah anugerah yang tak semua orang mampu rasakan.
Di sini, setiap detik adalah doa. Setiap hembusan angin adalah zikir. Dan setiap sujud adalah janji cinta kepada Allah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Darmadi Sasongko








