• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Malang Sanusi.

Bupati Malang Sanusi. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Tahun 2023, Kabupaten Malang Target Zero Stunting

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pada tahun 2023 mendatang, Bupati Malang Sanusi menargetkan wilayahnya bebas dari stunting. Target tersebut bukan tanpa alasan, pada tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Malang menurun pesat.

Dari tada yang ada, pada Januari 2022 angka stunting di Kabupaten Malang mencapai 11 ribu balita. Dari angka ini turun cukup tajam menjadi 6.600 balita saja pada Agustus 2022.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM

“Dengan penanganan yang tepat, stunting ini bisa habis di akhir 2023. Saya akan berupaya dengan melibatkan semua pihak,” ujarnya, Rabu (7/9/2022).

Balita stunting, kata Sanusi, ternyata bisa kembali normal dengan penanganan dan pendampingan yang tepat. Karenanya penanganan yang tepat diperlukan.

“Ternyata bisa (kembali normal). Dari sekian kecamatan ini, banyak yang (angkanya) turun. Cuma memang harus ada perlakuan intensif terhadap balita-balita stunting itu dan dilakukan pendampingan,” kata Sanusi.

Di Kabupaten Malang, saa ini ada 3 ribu pendamping dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten yang akan bertugas mendampingi balita yang masih mengalami stunting.

“Sehingga, setiap pendamping akan bertugas mendampingi sekitar dua balita untuk terapi dan pemenuhan gizi,” imbuh Sanusi.

Di samping itu, dalam rembuk stunting yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada Rabu (7/9/2022), akan dilakukan evaluasi penanganan stunting di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

“Apa yang menyebabkan naik turunnya angka stunting ini akan dibahas di dalam rembuk sehingga menjadi evaluasi dalam penanganan stunting di Kabupaten Malang,” kata Sanusi.

Ia menyebut kecamatan yang berhasil menekan angka stunting adalah Kecamatan Bantur. Pada Januari 2022, di Kecamatan Bantur tercatat 250 balita mengalami stunting. Pada Agustus 2022, hanya terdapat tiga balita saja.

Untuk kecamatan yang angka stuntingnya bertambah, Sanusi menyebut Kecamatan Pujon. Pada Januari 2022 terdapat sekitar 800 balita stunting dan pada Agustus 2022 jumlahnya bertambah menjadi 1.060.

“Apa yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Bantur bisa menjadi contoh untuk diterapkan di kecamatan lain,” tutup Sanusi.

Tags: Bupati MalangData Stunting Kabupaten MalangKabupaten MalangSanusistunting
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
Pelatih baru Arema FC, Javier Roca usai memimpin sesi latihan perdananya bersama Arema FC di Stadion Gajayana, Malang.

Pelatih Anyar Arema FC Javier Roca Ceritakan Keganasan Singo Edan Masa Lalu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID