Tambah Penghasilan, Tukang Cukur di Malang Nyambi Jual Pil Koplo - Tugujatim.id

Tambah Penghasilan, Tukang Cukur di Malang Nyambi Jual Pil Koplo

  • Bagikan
Antonius Suheri, warga Kromengan, Kabupaten Malang, ini selain jadi tukang cukur juga menjual pil koplo. (Foto: Polsek Kromengan/Tugu Jatim)
Antonius Suheri, warga Kromengan, Kabupaten Malang, ini selain jadi tukang cukur juga menjual pil koplo. (Foto: Polsek Kromengan)

MALANG, Tugujatim.id – Ada-ada saja kelakuan seorang tukang cukur rambut bernama Antonius Suheri, 30, warga Kromengan, Kabupaten Malang, ini. Untuk menambah penghasilan, dia nekat mengedarkan pil double L atau pil koplo.

Kapolsek Kromengan AKP Hari Eko Utomo mengatakan, pelaku dibekuk di kios cukurnya pada Rabu lalu (01/09/2021) setelah warga sekitar curiga dengan bisnis ilegalnya tersebut.

“Awalnya ada warga sekitar yang curiga dan resah dengan peredaran pil koplo di sekitar Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Lalu kami mengecek kebenaran informasi itu ke lapangan,” terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (06/09/2021).

Hari juga menceritakan kronologi penangkapan pelaku bermula saat para petugas dari Polsek Kromengan menangkap seseorang berinisial AGS yang tertangkap tangan memiliki dua butir pil koplo. AGS yang ditangkap pada 1 September 2021, pukul 16.00 WIB, itu mengaku mendapat barang haram tersebut dari Antonius Suheri alias Duro.

“Saat menggeledah kios cukur milik Duro, kami menemukan 415 butir pil double L,” bebernya.

Untuk mengelabui petugas, Duro juga menyimpan pil-pil tersebut di bungkus rokok miliknya. Selain itu, petugas juga menyita uang senilai Rp 204 ribu yang diduga hasil transaksi penjualan pil koplo.

Hari mengatakan, saat diinterogasi, Duro mengatakan nekat menjual pil koplo untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Saat diinterogasi, pelaku mengatakan menjual pil koplo ini untuk mencari keuntungan. Tapi, selain menjual, pelaku juga memakai sendiri barang-barang tersebut,” paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Duro akan dijerat dengan Pasal 196 subsider 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

  • Bagikan