Tanah Toilet di Bibir Sungai Metro Milik Warga Malang Longsor, Korban Alami Luka-Luka - Tugujatim.id

Tanah Toilet di Bibir Sungai Metro Milik Warga Malang Longsor, Korban Alami Luka-Luka

  • Bagikan
Misdi, 68, warga yang menunjukkan lokasi tanah bangunan toilet di bibir Sungai Metro yang longsor pada Sabtu (01/05/2021). (Foto: Azmy/ Tugu Jatim)
Misdi, 68, warga yang menunjukkan lokasi tanah bangunan toilet di bibir Sungai Metro yang longsor pada Sabtu (01/05/2021). (Foto: Azmy/ Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Bangunan toilet milik warga yang berada tepat di plengsengan Sungai Metro, Jalan S. Supriadi Klayatan Gang 1, RT 05, RW 04, Sukun, Kota Malang, longsor pada Sabtu (01/05/2021). Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsornya tanah ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam peristiwa itu, pemilik rumah yakni Lestari Eka Mita, 33, menjadi korban. Dia ikut terjatuh ke bibir sungai bersama material longsoran tanah. Kira-kira dia terjatuh dari ketinggian kurang lebih 10 meter. Beruntung, korban hanya mengalami luka sedang di bagian pelipis dan kakinya.

Tempat longsoran di bibir Sungai Metro. (Foto: Azmy/ Tugu Jatim)
Tempat longsoran di bibir Sungai Metro. (Foto: Azmy/ Tugu Jatim)

Sebelum diselamatkan, korban sempat terancam tertimbun material longsoran susulan berupa kloset. Namun, seorang warga, Sugianto, 44, berhasil menyelamatkannya. Sugianto menarik korban sebelum tertimpa material kloset.

“Jika tidak ditolong, kemungkinan bisa meninggal karena klosetnya jatuh. Untungnya, ditolong Pak Sugianto. Kaki Pak Sugianto juga kena pecahan material,” ungkap Jarnoko Prihambodo, 50, warga sekitar.

Usai kejadian, keduanya langsung dievakuasi untuk mendapat penanganan. Pria yang juga Ketua Forum Risiko Penanggulangan Bencana Kelurahan Bandungrejosari ini menuturkan, korban saat itu sedang mencuci pakaian di kamar mandi.

Korban longsoran di bibir Sungai Metro. (Foto: Azmy/ Tugu Jatim)
Korban longsoran di bibir Sungai Metro. (Foto: Azmy/ Tugu Jatim)

Posisi bangunan kamar mandi sendiri terletak persis di bibir sungai. Material tanah bangunan diduga memang tanah urukan.

“Perlu saya sampaikan, jika kejadian ini sudah kali kedua terjadi. Kejadian pertama, neneknya meninggal di tempat yang sama pada 2020,” bebernya.

Terpisah, Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam BPBD Kota Malang Selvyana Ayoe membenarkan jika tanah yang longsor adalah tanah urukan. Artinya, tanahnya labil sehingga tidak kuat untuk dijadikan fondasi.

“Jika mendapat pergeseran terus-menerus sudah pasti longsor. Beda kalau fondasinya dari batu kali pasti kuat,” tuturnya usai proses evakuasi.

Lebih lanjut, pihaknya langsung memasangi police line di lokasi kejadian agar tidak didekati warga karena rawan terjadi pergerakan tanah dan longsor susulan.

“Kami juga sudah koordinasi dengan instansi terkait mulai DPUPR juga BBWS Brantas,” ujarnya.

  • Bagikan