Tanggapan Ahli Kesehatan Mental tentang Fetish Mukena di Malang: Dilatari Faktor Trauma dan Masalah Kejantanan - Tugujatim.id

Tanggapan Ahli Kesehatan Mental tentang Fetish Mukena di Malang: Dilatari Faktor Trauma dan Masalah Kejantanan

  • Bagikan
Ilustrasi kasus fetish mukena yang terjadi di Kota Malang. (Foto: Pixabay) tugu jatim
Ilustrasi kasus fetish mukena yang terjadi di Kota Malang. (Foto: Pixabay)

MALANG, Tugujatim.id – Setelah Gilang pengidap fetish kain jarik, asal Surabaya, kini ada lagi pengidap serupa di Kota Malang. Dia adalah Dimas Alvian, pengidap fetish mukena. Lelaki berkacamata ini viral usai ketauan memanfaatkan foto-foto model mukena kenalannya dijadikan konten di sebuah akun fetish.

Pakar Kesehatan Mental dari Universitas Brawijaya (UB), Dr Sumi Lestari S.Psi M.Si ikut angkat bicara memberikan analisis terkait perilaku aseksual ini. Namun, untuk kepastian apakah pria ini mengidap fetish belum dipastikan. Perkara ini pun sedang diproses pihak kepolisian.

Menurut dia, faktor penyebab perilaku aseksual ini ada banyak macam. Umumnya diakibatkan faktor traumatis seperti pelecehan atau kekerasan seksual. Pengalaman ini membuat tubuhnya menolak atau mengalihkan objek seksualnya.

Selain itu, secara prevalensi menyebutkan gangguan fetish ini banyak dialami pria daripada wanita karena faktor kejantanan. Di mana jika dorongan seksual ini tidak terpenuhi, maka muncullah sikap inferioritas hingga perasaan ketakutan berlebih mengalami penolakan pasangannya.

”Akhirnya pelarian seksual dialihkan ke obyek benda mati, sebagai pelindung dan mengimbangi perasaan ketidakmampuannya (kejantanan). Kalau benda mati kan bisa dia kontrol daripada manusia,” ungkap dia dihubungi reporter, Jumat (20/8/2021).

Sumi menjelaskan, fetish adalah gangguan orientasi seksual pada benda mati atau bagian tubuh genital yang tidak umum. Misal sepatu, sapu tangan, kain jarik, rambut hingga terbaru ini mukena pun ternyata bisa jadi objek fetish.

”Jadi saat melihat benda yang jadi preferensinya itu terjadi dorongan erotisme. Termasuk bagian tubuh non-genital kayak jari, telapak tangan, kaki itu juga cenderung jadi objek fetish,” jelas dia.

  • Bagikan