Tanggapan Bupati Malang Setelah Banyak Ditegur Akibat Dangdutan Saat Pandemi

  • Bagikan
Bupati Malang, Sanusi (Foto: Rizal Adhi)

MALANG – Efek dari blunder Bupati Malang dangdutan membuat Muhammad Sanusi dibanjiri kritikan dari berbagai pihak. Terbaru, Juru Bicara Satgas COVID-19 RI, Prof Wiku Adisasmito dan Ketua Satgas COVID-19 RI, Doni Monardo juga memberikan teguran.

Menanggapi hal tersebut, Sanusi berkilah jika orang-orang yang mengkritisi dirinya tidak mengetahui kenyataan sebenarnya.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Kan itu kegiatan di luar (pemerintahan), ya kan (mereka) tidak melihat kenyataannya. Itu kan kegiatan yang di luar apa (pemerintahan), yang terpenting kan Kabupaten Malang sekarang COVID-19 menurun,” tegasnya usai kegiatan peletakan batu pertama Masjid Baitussalam Ngajum pada Senin (10/08/2020).

Alumni UIN Malang ini menegaskan jika kritikan tersebut tergantung dari sisi mana mereka memandangnya.

“Karena kritikan itu tergantung yang melihat, kalau yang melihat hanya dari sisi negatifnya ya jadi negatif. Kalau dari sisi positifnya ya jadi positif,” tegasnya.

Ia hanya berujar jika selama ini dirinya sudah melaksanakan tugas menangani COVID-19 dengan maksimal.

“Jadi, kegiatan selama ini adalah kegiatan untuk membangkitkan masyarakat agar tidak terlarut. Buktinya sekarang sudah mulai impas, dengan kota sudah jauh,” ujar pengusaha tebu asal Gondanglegi ini.

Terakhir ia mempersilakan siapa saja mengkritik dirinya. “Kalau orang mau kritik silahkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas COVID-19 RI, Doni Monardo menyayangkan sikap Bupati Malang yang melaksanakan acara dangdutan di Rumah Makan Bojana Puri.

Doni mengungkapkan jika kegiatan tersebut harusnya bisa dicegah. “Harusnya bisa dicegah,” ujarnya seperti dilansir dari kumparan.com, Minggu (09/08/2020).

Menurutnya masyarakat harus berani mengingatkan jika ada pejabat yang abai protokol kesehatan.

“Masyarakat dan pimpinan harus berani mengingatkan. Kesadaran kolektif harus ditingkatkan agar kita selamat,” tegasnya.

Juru bicara Satgas COVID-19 RI, Prof Wiku Adisasmito juga memberikan teguran pada Sanusi.

“Mohon agar tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan menyebabkan penularan COVID-19. Ini teguran!” Ucapnya memberikan peringatan.

Wiku mengatakan jika kegiatan tersebut dapat berakibat fatal karena bisa membuat klaster baru penyebaran COVID-19.

Ia juga menyayangkan sikap Sanusi yang abai protokol kesehatan, padahal dirinya Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Malang. “Yang bersangkutan belum paham betul akan akibatnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan