Terapi Tidur Bisa Bantu Pulihkan Paru-paru Pasien COVID-19, Seperti Apa?

  • Bagikan
Ilustrasi terapi tidur tengkurap untuk bantu pulihkan paru-paru pasien COVID-19. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi terapi tidur tengkurap untuk bantu pulihkan paru-paru pasien COVID-19. (Foto: Pixabay)

SURABAYA, Tugujatim.id – Cukup dengan tidur tapi bisa bantu pulihkan paru-paru pasien COVID-19? Kok bisa? Ya, hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anestersi RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr Christrijogo Sumartono W, dr SpAn KAR, KIC.

Bahwa dengan tidur tengkurap antara 12-16 jam, bisa membantu pemulihan paru-paru pasien COVID-19.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Untuk memperbaiki kondisi paru-paru yang sudah rusak akibat COVID-19, Dokter senior di RS Lapangan Indrapura Surabaya ini menganjurkan pasien atau para penyitas untuk melakukan terapi dengan cara tidur tengkurap.

Baca Juga: Label Syariah Dijadikan Modus Developer Nakal Tipu Konsumen

Menurutnya, terapi ini berfungsi untuk mengaktifkan paru-paru bagian belakang, drainase cairan yang ada di dalam paru-paru, hingga sebagai latihan pernapasan.

“Jadi paru-paru itu diistirahatkan dengan cara pasien tidur tengkurap. Selanjutnya, pertengahan antara dada dan perut itu diganjal bantal,” jelas Dr Chris ketika dihubungi Basra, partner Tugu Jatim, Senin (4/1/2021).

Sebab, pemulihan paru-paru pasien COVID-19 sangat dibutuhkan. Ia membeberkan bahwa pasien corona organ paru-parunya menghasilkan banyak cairan, dan dapat menghambat respirasi udara.

“Salah satunya kalau kita rontgen mengalami pneumonia atau radang paru-paru. Di mana pneumonia ini khas dengan butiran atau bercak putih di paru-paru. Hal itu akan merangsang paru-paru untuk mengeluarkan slime (lendir) yang lengket di tenggorokan sehingga merangsang batuk,” lanjutnya.

Namun pada pasien yang kelebihan berat badan dan susah untuk melakukan hal tersebut, Dr Chris mengimbau agar pasien melakukan gerakan awal dengan cara tidur miring terlebih dahulu.

Baca Juga: Tanaman Hias Paling Tren 2020 yang Bisa Ditanam Tanpa Bingung Lahan Luas

“Setelah pasien sudah berada di posisi yang pas, atau agak setengah tengkurap, itu bisa diganjal bantal pada pertengahan antara dada dan perut lalu lanjut tengkurap. Jadi untuk melakukan gerakan ini memang harus berlatih,” tambahnya.

Sementara terkait posisi tangan saat melakukan tidur tengkurap, dokter spesialis anestesi RSUD Dr Soetomo Surabaya ini mengatakan jika posisi tangan bisa untuk mengganjal kepala atau berada di samping badan.

“Untuk durasi waktunya itu bisa 12 – 16 jam. Minimal 12 jam. Kalau sudah lebih dari 12 jam, dan pasien bisa tidur dengan nyenyak dalam posisi tersebut, biasanya paru-parunya akan cepat pulih atau balik pasca mengalami COVID-19,” pungkasnya. (Amm/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya (Basra)

  • Bagikan