Teras Belajar Berbagi Cerita Tentang Seni Membuat Keputusan

Teras Belajar Berbagi Cerita Tentang Seni Membuat Keputusan

  • Bagikan
Kegiatan Teras Belajar tentang seni membuat keputusan/tugu jatim
Kegiatan Teras Belajar tentang seni membuat keputusan. (Foto: Dokumen)

Tugujatim.id – Dalam hidup kita harus mengambil tantangan dan selalu siap untuk beradaptasi jangan hanya bertahan di satu titik. Karena bisa saja di masa depan kita tidak bekerja sesuai bidang yang dipelajari di kampus.

Terang Ferro Ferizka rektor Universitas Mahakarya Asia dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh Teras Pemimpin.id melalui program Teras Belajar pada Rabu (28/7/2021).

Dalam acara bertema “The Art of Making Life Decision, Ferro, sapaan akrab Ferro Ferizka, juga menjelaskan soal keputusan. Baginya, keputusan sebagai investasi yang akan memberikan reward atau pelajaran.

“Kalo mau ngambil keputusan yang pertama adalah harus dihitung dan trust your feeling. Lalu dalam pengambilan keputusan aku biasanya lihat internal dan eksternal. Internal itu kaya aku bakal suka dan mampu ngga sih, setelah aku sudah bisa mengidentifikasi internal, baru aku beralih ke eksternalnya dengan melihat lingkungannya,” tutur salah satu rektor termuda tersebut.

Kemudian Ferro memberikan nasehat kepada peserta tentang tanggungjawab dan totalitas dengan keputusan yang diambil. Dia mengatakan, hendaknya jangan terobsesi keputusan yang diambil sebagai terbaik.

Karena keputusan terbaik adalah keputusan yang dijalankan dengan totalitas. Dan, jangan pernah menggunakan standar orang lain untuk mengukur diri sendiri.

Selain Ferro, juga hadir sebagai pemateri Marsya Nurmayanti, executive director Indorelawan. Marsya mengajak peserta untuk menyadari bahwa dalam pengambilan keputusan, kita harus mendengarkan diri kita. Lalu pahami apa yang diri kita inginkan agar kita tidak banyak mengikuti kata orang lain.

“Untuk mengambil keputusan kita harus berani mendengarkan apa yang kita inginkan. Manfaatkan waktu muda kalian dengan banyak hal dengan mengikuti relawan, mengikuti webinar-webinar, dan berani mengambil resiko agar banyak insight yang kita dapatkan,” kata dia.

Adapun pembicara ketiga, Emilia Tiurma Savira dari senior officer Indika Foundation. Dia bercerita tentang pengalaman hidupnya yang banyak mencoba hal baru. Emilia menegaskan bahwa untuk mencoba banyak hal harus berani dan jujur mengakui apa yang kita inginkan.

“Dalam mengambil keputusan kita harus mikir dan konsekuensi mikir adalah bingung. Kemudian bingung itu akan membawa kita ke self awareness sehingga kita bisa lebih bisa mengambil keputusan terbaik untuk diri kita,“ papar nya.

Emilia menambahkan bahwa setiap manusia selalu punya kebutuhan untuk memahami diri dan sekitar.  Untuk pengambilan keputusannya setiap orang itu dipengaruhi dari informasi yang diperoleh baik itu dari membaca, mendengar, maupun dari pengalaman.

Perlu diketahui, Pemimpin.id adalah sebuah yayasan non-profit yang didirikan pada tahun 2019. Yayasan memiliki tujuan utama membentuk ekosistem bagi pemimpin yang inklusif, efektif, dan memberdayakan di Indonesia.

Untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia, Pemimpin.id meluncurkan Program Lead The Fest yang menjadi ajang selebrasi kepemimpinan Indonesia. Rangkaian kegiatan Lead The Fest diantaranya yaitu Gerakan #BisaLawanCorona, 1000 konten kepemimpinan, Webinar Series Kepemimpinan, Pemimpin.id Talks, Teras Belajar Special, dan #UntukIndonesia workshop.

  • Bagikan