TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 679 hewan ternak di Kabupaten Tuban masih menjalani perawatan dan pemantauan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan setempat akibat terserang virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Ratusan ekor hewan ternak itu dari jumlah kasus yang di Bumi Wali, sebutan lain Kabupaten Tuban, yang secara keseluruhan ada 8.323 kasus. Untuk yang sudah sembuh ada sekitar 7.503 ekor hewan.
Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan setempat drh Pipin Diah Larasati saat dikonfirmasi mengatakan, kasus kematian akibat virus PMK ini sebanyak 45 hewan yang dilaporkan. Lima di antaranya dilakukan pemotongan paksa.
“Kasus tersebar di 19 kecamatan yang ada di Tuban, kecuali wilayah Kota Tuban,” tulis Pipin dalam laporan hariannya.

Wilayah kecepatan dengan kasus lumayan tinggi ada pada wilayah Rengel dengan jumlah 959 kasus, disusul Parengan (662 kasus), dan terbanyak ketiga ada di Kecamatan Palang (643 kasus).
Untuk vaksinasi yang telah terealisasi dalam tahap 1 maupun 2 ada sebanyak 18 ribuan dosis. Sementara untuk tahap selanjutnya masih menunggu alokasi dari pusat.
“Kami lagi nunggu alokasi vaksin tahap 3, belum tahu juga dapat alokasi berapa. Nanti kami infokan lebih lanjut,” terangnya.