BLITAR, Tugujatim – Operasi pencarian terhadap Isnaini (50), warga Dusun Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar yang hanyut di Sungai Brantas akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Rabu (20/05/2026) siang.
Jasad korban ditemukan mengapung di bawah Jembatan Kereta Api (KA) Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat. Lokasi penemuan ini berjarak sangat jauh, yakni sekitar 20 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang (LKK) di aliran Sungai Brantas, Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari laporan warga sekitar pukul 09.00 WIB yang melihat adanya objek mencurigakan di sungai.
“Setelah menerima info dari masyarakat bahwasanya telah ditemukan tanda-tanda korban, Tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan identitasnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Baca Juga : Tak Sedap Dipandang, Jembatan Sungai Brantas di Kepanjen Malang Dipenuhi Sampah Plastik dan Bambu
Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi arus sungai yang masih cukup dinamis.
“Pukul 11.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban di bawah Jembatan KA Nguri. Kondisinya meninggal dunia, selanjutnya langsung kami bawa ke RSUD Srengat untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Kronologi Kejadian saat Korban Kegiatan Pladu
Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (18/05/2026) lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, PLTA Jegu Wlingi Raya sedang melakukan kegiatan flushing atau penggelontoran sedimen bendungan (pladu).
Momentum tersebut membuat banyak ikan di aliran Sungai Brantas mabuk dan terdampar, sehingga mengundang antusiasme warga untuk berdatangan mencari ikan. Namun nahas, derasnya arus akibat pembukaan pintu air membuat korban terseret.
Berdasarkan keterangan Ali Purwanto, adik ipar korban, Isnaini mendadak hilang tersapu arus saat sedang beraktivitas di pinggir sungai.
Selain Isnaini, tercatat ada dua warga lain yang juga sempat terseret arus. Badi’ berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai, sementara Yasmani dilaporkan hanyut karena kelelahan di kawasan Kedung Ketek Jegu, namun beruntung berhasil diselamatkan warga sekitar.
Dengan ditemukannya jenazah Isnaini pada hari ketiga ini, Operasi SAR (Opsar) gabungan resmi ditutup.
“Dengan telah dievakuasinya korban, Opsar dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Moch. Luki Azhari
Editor: Mochamad Abdurrochim








