TikTok, Hiburan hingga Kejahatan Bunuh Diri

TikTok, Hiburan hingga Kejahatan Bunuh Diri

  • Bagikan
Ilustrasi korban meninggal bunuh diri live di Tik Tik pada Jumat (10/9/2021/tugu jatim
Ilustrasi korban meninggal bunuh diri live di Tik Tik pada Jumat (10/9/2021). (Foto : Pinterest)

JAKARTA, Tugujatim.id – Jagad maya digegerkan oleh pria berinisal SS (29) yang diduga gantung diri dan direkam live melalui media sosial TikTok pada Jumat (10/09/2021).  Diketahui pelaku adalah penghuni rumah susun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta, seperti yang dilansir tvonenews.com.

Kuasa hukum pelaku, Dosma Roha Sijabat, menampik tindakan tersebut sebagai aksi bunuh diri. Dia menduga, ada pembunuhan berencana dalam kasus tersebut. Tudingan ini, dia sampaikan melalui live Tik Tok yang disiarkan Minggu (12/9/2021).

Atas kejadian itu, Donny B U, pengamat media sosial, mengatakan bahwa peristiwa tersebut  harus menjadi pelajaran berharga bagi para pengguna dan stakeholder, supaya tidak terulang di kemudian hari. Ini sebagaimana dikuti dari Detik.com.

Donny menyarankan pengguna Tik Tok agar bijak dan waspada terhadap beragam konten yang ada, diperlukan sikap selektif. Tidak hanya sekedar melihat konten positif, pengguna aktif pun dituntut mengunggah konten edukatif. Jika menemukan konten yang tidak baik, sudah semestinya pengguna melapor pada pemangku kepentingan untuk ditindaklanjuti supaya informasi itu tidak cepat meluas.

Lebih lanjut, Donny berpesan agar media sosial memperketat moderasi konten yang bersifat user generated content (UGC) dan segera take down jika ada konten yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Kemudian para orang tua harus mengawasi aktivitas anak-anaknya saat menggunakan internet dan media sosial. Peran orang tua tak dapat digantikan oleh teknologi apapun.

Tak kalah pentingnya, pemahaman literasi digital pada netizen semua usia dan kalangan harus diperkuat agar pemanfaatan media sosial dan internet menghasilkan konten positif, edukatif, invoatid, dan kreatif.

Kontak Bantuan

Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri Anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.

Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas dan rumah sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan.

Beberapa pendampingan bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri via e-mail [email protected] dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.

Anda juga bisa menghubungi Gerakan “Into The Light” via Facebook di IntoTheLightID atau Twitter @IntoTheLightID. Anda juga bisa menghubungi via e-mail di [email protected]

Anda juga menghubungi Save yourself melalui Facebook Save Yourselves atau Instagram @saveyourselves.id, atau via Line di @vol7047h. Website layanan konseling ini bisa dilihat di saveyourselves.org

  • Bagikan