Paragon Gelar Pelatihan Coaching dan Neuro-linguistic Programming untuk 636 Dosen di Indonesia - Tugujatim.id

Paragon Gelar Pelatihan Coaching dan Neuro-linguistic Programming untuk 636 Dosen di Indonesia

  • Bagikan
Peserta Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Peserta Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen)

Tugujatim.id – Demi meningkatkan kapasitas pendidik dan kualitas pendidikan di Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation menggelar pelatihan coaching dan neuro-linguistic programming kepada 636 dosen di Indonesia. Kegiatan bertajuk “NLP Sebagai Penguat Coaching Dosen di Kampus Merdeka” yang merupakan rangkaian dari kegiatan Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3 itu sekaligus mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknonologi (Kemendikbud Ristek).

Coaching sangat berbeda dengan mentoring dan teaching. Coaching akan membantu mahasiswa untuk berpikir dan menemukan potensi diri terbaiknya lewat pertanyaan-pertanyaan provokatif yang memberdayakan. Coaching mengajak mahasiswa untuk learning, bukan dosen yang melakukan teaching”, ujar Licensed Master Trainer of NLP Pertama di Asia Tenggara dan CEO Inspirasi Indonesia, Hingdranata Nikolay.

Licensed Master Trainer of NLP Pertama di Asia Tenggara dan CEO Inspirasi Indonesia, Hingdranata Nikolay dalam Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Licensed Master Trainer of NLP Pertama di Asia Tenggara dan CEO Inspirasi Indonesia, Hingdranata Nikolay dalam Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen)

Menurut Hingdranata, NLP atau Neuro-linguistic programming merupakan sebuah pendekatan komunikasi, pengembangan pribadi, dan psikoterapi yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder. NLP mempelajari struktur internal seseorang dan bagaimana struktur tersebut bisa didesain untuk tujuan yang bermanfaat bagi orang tersebut.

Lebih lanjut, coaching bisa berhasil apabila dosen telah membangun kepercayaan mahasiswa, memiliki keterampilan klarifikasi, dan reframing arah pemikiran serta mampu melakukan persuasi.

Dengan menerapkan coaching dan NLP para dosen dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif memberdayakan mahasiswa tanpa terlihat menggurui.

Hal ini, lanjutnya, sangat bermanfaat bagi para dosen untuk meningkatkan keterampilan coaching kepada mahasiswa ketika berada di lingkungan kampus. Sebab, banyak mahasiswa sering kali bingung dengan tujuan kuliah, namun dengan keterampilan coaching yang dimiliki oleh para dosen, mereka dapat mengarahkan dan membimbing para mahasiswa untuk lebih memahami diri sendiri dan menemukan tujuan hidup.

LCM Nasional Series #3 ini turut menghadirkan EVP & CAO PT Paragon Technology and Innovation Miftahuddin Amin, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Lulu Lusianti Fitri, M.Sc dan dosen pascasarjana Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Dr. Ir. Indra Jaya, M.M sebagai narasumber.

Para narasumber dalam Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Para narasumber dalam Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen)

Indra menambahkan, coaching bisa menggali potensi mahasiswa dan diri kita sendiri. Lantaran, dosen akan dianggap sebagai partner untuk berdiskusi, mahasiswa menjadi sangat antusias.

“Semoga coaching menambah inspirasi untuk memperkuat anak-anak bangsa untuk estafet leadership ke depannya” tuturnya

Di sisi lain, Miftahudin menjelaskan melalui kegiatan ini Paragon berharap semakin banyak dosen yang memiliki keterampilan di bidang coaching sehingga membantu dalam menyelenggarakan pendidikan di perguruan tinggi.

“Paragon melihat coaching begitu penting. Kita meyakini bahwa semua orang punya potensi masing-masing. Harus dimaksimalkan dalam mengaktualisasi diri supaya keluar potensi terbaik mereka. Dengan cara ini kita bisa berkontribusi kepada bangsa Indonesia”, sambung Miftah.

CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat mengaku salut dengan antuias para dosen dalam mengikuti serangkaian LCM. Ia juga mengapresiasi semangat belajar dan peran penting para dosen untuk melahirkan generasi yang luar biasa hebat.

CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat (bawah) saat memberikan paparan dalam Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen) tugu jatim
CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat (bawah) saat memberikan paparan dalam Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Series #3. (Foto: Dokumen)

“Yang pertama bahkan persiapannya cuma satu hari, ngga kerasa sangat cepat dan akhirnya sekarang  sampai ada 2.500 orang dosen yang bergabung,” ujarnya

Kendati bergelut di bidang kosmetik, Paragon punya misi besar agar dapat terus bermanfaat khususnya di bidang pendidikan. Dalam pilar pendidikan, saat ini Paragon telah meluncurkan Education Leadership Program untuk menjawab program pemerintah MBKM.

Salah satunya, melalui peningkatan kapasitas pendidikan. Termasuk memberikan alternatif metode pembelajaran melalui edukasi coaching kepada dosen-dosen di Indonesia.

Sempat mengajar sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM), Salman mulai merasakan nikmatnya mengajar hingga berharap program ini terus berkembang mendorong para dosen melahirkan calon penerus bangsa sebagai bentuk rasa terimakasih kepada dunia pendidikan.

“Ini energi yang dirasakan. Semua dosen punya energi belajar yang besar. Saya yakin ini terus berlanjut lebih besar lagi,” imbuhnya

Diketahui, pemilik brand kosmetik Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Putri ini mengadakan pelatihan coaching dan neuro-linguistic programming kepada 636 dosen di Indonesia.

Acara ini merupakan rangkaian dari Lecturer Coaching Movement (LCM) Nasional Series Paragon. Adapun LCM secara keseluruhan, telah dilaksanakan selama 10 kali dengan total dosen yang turut hadir sebanyak 2877 orang dari ratusan perguruan tinggi se-Indonesia.

LCM merupakan bagian dari program Inspiring Lecturer by Paragon (ILP) yang merespon program pemerintah yakni Merdeka Belajar, Kampus Merdeka. Keduanya khusus menyasar para dosen di Indonesia dengan tujuan untuk memperkuat keterampilan para dosen dan memberikan ruang belajar.

Mengingat, para dosen merupakan tonggak utama dari pendidikan tinggi di Indonesia sehingga dengan meningkatnya kapabilitas mereka otomatis akan membawa perubahan positif kepada banyak mahasiswa. (Ads)

  • Bagikan