• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Yang Tak Pernah Hilang.

Diskusi film dokumenter “Yang Tak Pernah Hilang” di Kampus Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Senin (12/02/2024). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Rilis saat Momen Pemilu, Tim Produksi Film “Yang Tak Pernah Hilang” Tegaskan Tak Singgung Politik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Tim produksi film dokumenter “Yang Tak Pernah Hilang” Kawan Herman Bimo menegaskan jika tidak menyinggung isu Pemilu 2024 meski karya ini dirilis saat momen itu. Diketahui, film Yang Tak Pernah Hilang kali pertama dirilis di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 7 Februari 2024.

Untuk kali kedua, pemutaran film dokumenter “Yang Tak Pernah Hilang” dikemas dengan nobar dan diskusi di Fakultas Filsafat Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Senin (12/02/2024).

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Sebagaimana yang kita tahu, tinggal dua hari Pemilu 2024 digelar tepatnya 14 Februari 2024. Sementara nuansa kampanye pemilu sudah dimulai sejak Desember 2023.

Produser Yang Tak Pernah Hilang Dandik Katjasungkana menegaskan, film yang menceritakan soal perjuangan dua aktivis demokrasi Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah yang dihilangkan pada 1998 sama sekali tidak berkaitan dengan Pemilu 2024.

“Tidak ada noted dari awal untuk menumpang isu pilpres, tidak ada niat. Justru planning kami itu karena film ini mulai dari gagasan awalnya 2019, kemudian baru jalan Desember 2022. Maunya Mei 2023 sudah launching untuk menumpang isu reformasi supaya diperhatikan banyak orang,” kata Dandik.

Namun, mengingat produksi film ini memakan waktu selama hampir lebih dari satu tahun dan di-shoot di beberapa kota, maka rilis Mei 2023 kembali diundur.

“Tapi karena belum selesai karena Mei baru shooting di Jakarta dan Jogja. Targetnya diundur Desember momentum HAM juga belum selesai. Ternyata baru selesai akhir Januari,” tuturnya.

Merespons soal tudingan sebagian publik yang menyatakan pelanggaran HAM terkait dihilangkannya 13 aktivis demokrasi menjadi isu lima tahunan, Dandik menegaskan, film Yang Tak Pernah Hilang atau isu tersebut digunakan sebagai objek untuk meningkatkan rating media atu politikus.

“Kami khawatir menjelang pemilu karena orang nuding isu 5 tahunan, recehan, kami tidak mau dibuat kepentingan komoditas politik mereka. Kami nggak mau isu ini sekadar dijadikan sebagai bahan rating media,” tegasnya.

Dia juga menyayangkan ketika media yang mengangkat kasus pelanggaran HAM 1998 dengan framming politikus. Ketua Ikatan Orang Hilang Jawa Timur ini berharap agar sudut pandang melalui keluarga yang menjadi korban penghilangan paksa 1998.

“Media tidak mengundang pihak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) maupun keluarga. Itu yang penting untuk diundang, bukan menaikkan rating politikus,” ujarnya.

Untuk diketahui, film Yang Tak Pernah Hilang menceritakan soal dua mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah yang merupakan dua dari 13 nama aktivis demokrasi tahun 1998 yang diculik dan dihilangkan paksa.

Film dokumenter berdurasi 2,3 jam tersebut merupakan karya sutradara dari Anton Subandrio dan diproduseri oleh Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) Jawa Timur Dandik Katjasungkana.

Secara keseluruhan, Yang Tak Pernah Hilang mengajak penonton untuk mengenal lebih dalam tentang dua sosok aktivis tersebut.

Cerita Herman dan Bimo diulas secara natural melalui 35 narasumber, keluarga, teman, dan orang terdekat Herman Bimo. Bagaimana pengenalan dari narasumber secara personal terhadap dua aktor utama dalam film dokumenter ini.

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniFilm dokumenterFilm dokumenter Yang Tak Pernah HilangKota Surabaya hari iniPemutaran film dokumenter di Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
format piala dunia 2026

FIFA Resmi Ubah Format Piala Dunia 2026 Jadi 48 Tim, Ini Jumlah Negara Tiap Benua

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID