MALANG, Tugujatim.id – Kesadaran membayar pajak perlu ditanamkan sejak dini. Maka dari itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang punya program sosialisasi pajak ke lingkup Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedhantara menyatakan bahwa pihaknya gencar melaksanakan sosialisasi dan program-program perpajakan pada banyak elemen di Kabupaten Malang.
Salah satunya yaitu siswa-siswi SD. Menurutnya, pemahaman soal perpajakan perlu ditanamkan sejak dini kepala anak sekolah tingkat dasar agar nantinya kesadaran membayar pajak tertanam dalam diri masyarakat sejak masih usia dini.
Pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Harapannya, Bapenda bisa terfasiltasi untuk melaksanakan program sosialisasi di sekolah yang direncanakan mulai Maret 2023.
“Sosialisasi nantinya terkait pengetahuan dasar pajak. Apa sih pajak itu sebenarnya? Bagaimana manfaatnya?” kata Made kepada tugujatim.id.
Pengetahuan dasar pajak ini, kata Made, penting untuk ditanamkan di benak anak usia dini. Karena pajak juga menjadi kewajiban warga negara yang sudah memenuhi syaratnya. Maka, program sosialisasi ke SD itu adalah program untuk investasi jangka panjang.
“Harapan kami, saat nanti siswa sudah dewasa, mereka paham apa yang menjadi kewajiban dan hak-haknya sebagai warga negara yang baik,” imbuhnya.
Selain itu, Made juga berharap siswa nantinya dapat menceritakan soal pajak kepada orang tua masing-masing. Sehingga orang tua siswa yang menjadi wajib pajak juga mendapat informasi dan pengetahuan tersebut. “Harapannya siswa juga bercerita kepada orang tua. Siswa ikut mengingatkan orang tuanya untuk menaati aturan membayar pajak,” terang Made.
Bapenda Kabupaten Malang juga gencar melakukan pengecekan potensi pajak sebagai upaya optimalisasi pendapatan pajak. Made melanjutkan, pendapatan dari pajak juga kembali manfaatnya kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah sebesar Rp476 miliar di 2023 ini. Target ini lebih tinggi Rp57 miliar dibandingkan target 2022 yaitu Rp419 miliar.(ads)
Reporter: Aisyah Nawangsari
Editor: Lizya Kristanti





