• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suasana demo Omnibus Law di Malang sebelum berubah menjadi ricuh pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar) tugu jatim

Suasana demo Omnibus Law di Malang sebelum berubah menjadi ricuh pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar)

Tips-Tips Mahasiswa Malang Membagi Waktu Antara Organisasi dan Kuliah

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Membagi waktu antara berorganisasi dan berkuliah kadang menjadi masalah tersendiri bagi mahasiswa yang memiliki fokus pada pergerakan. Karena itu, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) memberikan beberapa tips agar bisa membagi waktu antara studi dan organisasi.

Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang Sirajuddin menceritakan jika di PMII mereka dibiasakan untuk bersosialisasi. Artinya, mereka harus pintar-pintar mencari teman.

You might also like

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM
Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

20/07/2026 10:15 AM
Sirajuddin, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Sirajuddin, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang. (Foto: Dokumen)

“Nakal boleh, goblok jangan, kan kata orang seperti itu. Artinya, kita boleh nakal misalnya dalam melaksanakan tugas, dan kita punya teman, teman itu yang lebih kita kedepankan seperti mengerjakan bareng. Toh kalau ada teman yang membantu, maka tugas kita tidak akan terkendala,” tuturnya saat diwawancarai pada Selasa (10/08/2021).

Menurut dia, boleh saja kita cinta sama organisasi, tapi jangan sampai meninggalkan tugas sebagai mahasiswa.

“Karena niat kita dari rumah, pamit kepada orang tua, ya untuk kuliah, bukan berorganisasi. Organisasi adalah bonus untuk kita, untuk menebalkan pengetahuan,” paparnya.

Karena itu, dia melanjutkan, kita sebagai mahasiswa harus bisa membagi waktu antara organisasi dan kuliah.

“Kalau untuk pembagian waktu, dari saya adalah pintar-pintar bagaimana membagi cara. Kita pintar-pintar membagi kalau waktunya mengerjakan tugas, ya kita kerjakan, karena tidak 24 jam non-stop di PMII,” ujarnya.

Di tempat terpisah, kader PMII Kota Malang lain, M. Ainur Roziqin memberikan tips dari pengalaman pribadinya.

M. Ainur Roziqin, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
M. Ainur Roziqin, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang. (Foto: Dokumen)

“Kita harus bisa balance dalam membagi waktu. Kita sebelumnya tahu kuliah itu memiliki tanggungan seperti ini, punya keharusan seperti ini, dan di organisasi kita tidak bisa melulu di sana. Artinya, sebelum terjun ke organisasi, kita mengetahui kapan melakukan kegiatan dalam organisasi. Dan kalau sudah mengetahui ritme di organisasi, termasuk kegiatan yang spontan atau secara langsung, itulah yang harus diantisipasi,” tegasnya.

Dia mengatakan, kita harus punya perencanaan agar jika jadwal organisasi dan kuliah sama, bisa mengantisipasinya.

“Kebanyakan kalau kita ada jadwal kuliah yang berurusan dengan akademik, ya harus ada plan B,” ujarnya.

Terakhir, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang Lintang Imaniar mengatakan, segala hal diawali dengan niat.

Lintang Imaniar (jas biru), mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM) yang jadi salah satu koordinator aksi demo menolak Omnibus Law di Malang pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar/Tugu Jatim)
Lintang Imaniar (jas biru), mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM) yang jadi salah satu koordinator aksi demo menolak Omnibus Law di Malang pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar)

“Kalau tips-tips dari saya awali niat terlebih dulu, kalau mau fokus ke dua bidang ini (akademik dan organisasi), maka kita harus punya plan ke depannya. Kita harus membuat plan belajarnya kapan dan mau mikir organisasi kapan,” ungkapnya.

Lintang mengatakan, pokoknya harus seimbang antara perencanaan urusan akademi dengan organisasi, maka semua akan bisa berjalan dengan baik.

“Kemudian kalau niat-niat itu sudah tertata, kita tinggal eksekusi. Contohnya kalau saya sendiri ketika sudah berorganisasi, belajarnya setelah Magrib sampai pukul 20.00. Itu sudah lebih dari cukup. Dan pukul 20.00 sampai malamnya itu untuk berorganisasi gak apa-apa,” tutupnya.

Tags: HMIMahasiswa kampusOrganisasi mahasiswaPMIITips berorganisasiTips mahasiswa berorganisasiUM
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Next Post
Ilustrasi anak yatim. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Anggarkan Rp 11,1 Miliar, Pemkab Bojonegoro Santuni Anak Yatim-Anak Telantar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID