“Serbuan” Vaksin, TNI AD Gelontorkan 10.000 Dosis Vaksin untuk Trenggalek

  • Bagikan
Forkopimda Trenggalek dalam melaksanakan monitoring serbuan vaksin. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim) tni vaksin trenggalek
Forkopimda Trenggalek dalam melaksanakan monitoring serbuan vaksin. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu sasaran serbuan vaksinasi Covid-19 dari TNI. Tidak tanggung-tanggung, TNI Angkatan Darat ‘menggelontorkan’ sebanyak 10.000 dosis vaksin untuk masyarakat Trenggalek.

Kabar ini dibenarkan oleh Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Arh. Uun Samson Sugiharto, saat meninjau program serbuan vaksin di Anjungan Bendungan Tugu, Senin (12/07/2021).

Saat mendampingi Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, Komandan Kodim ini menegaskan jika hal ini dikatakan ‘serbuan’.

“Kalau di tentara itu namanya serbuan, kita serbu masyarakat untuk mendapatkan vaksin covid 19, sehingga semakin banyak warga yang tervaksinasi, sehingga resikonya juga semakin kecil,” terangnya.

Disebutkan oleh Komandan Kodim ini, bantuan vaksin yang disalurkan oleh TNI AD ke Trenggalek, sebanyak 10.000 dosis vaksin.

“Harapan kami ini bisa terus kita tingkatkan dan memberikan yang terbaik untuk Trenggalek. Objek vital sudah kita laksanakan vaksinasi dan semoga wabah ini bisa segera berakhir,” tandasnya.

Upaya yang dilakukan TNI ini sendiri sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus harian Covid-19. Bahkan, saat ini pemerintah tengah menerapkan PPKM Darurat karena perkembangan kasus Covid 19 yang tidak terkendali hampir di semua daerah.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga tengah gencar melakukan skreaning kepada warganya. Karena dengan melakukan sebanyak mungkin testing dan tracing, penyebaran Covid-19 dapat terpetakan dengan baik. Dengan begitu, treatment yang dilakukan bisa tepat sasaran.

Seperti halnya yang dilakukan saat vaksinasi masal di Anjungan Bendungan Tugu, sebelum menjalani vaksinasi, warga diwajibkan mengikuti test Usap antigen terlebih dahulu kemudian lanjut ke tahapan vaksinasi.

Dari skrining yang dilakukan terdapat 3 warga yang reaktif, 2 dari pekerja proyek dan 1 dari warga. Petugas segera melakukan beberapa langkah penanganan dan termasuk melakukan mikro lockdown kepada yang bersangkutan.

  • Bagikan