KEDIRI, Tugujatim.id – Masyarakat Wates, Kabupaten Kediri, merespon kabar akan dipulangkanya pelaku pembacokan, Riyanto, karena ternyata mengalami ganguan jiwa. Puluhan warga di Dusun Bangun Mulyo, Desa Pojok, Kecamatan Wates, menggelar aksi menolak pemulangan pelaku pembacokan tersebut, Jumat (25/3/2022). Hal itu karena warga masih trauma dengan tragedi berdarah yang dilakukan Riyanto di desanya beberpa waktu lalu.
Dalam aksi tersebut, warga memasang poster yang berisikan penolakan di gapura pintu masuk lingkungan RW 12. Poster tersebut bertuliskan “menolak kembalinya dan bebasnya Riyanto”.
Penolakan itu seperti yang disampaikan Luluk, salah satu warga Desa Pojok. Dia tidak bisa menerima kepulangan Riyanto. Sebab, warga di lingkungannya masih trauma dengan insiden sebelumnya. Dia menyebut warga masih takut. Bahkan, ketakutan warga itu membuat tidak berani ke luar rumah setelah habis magrib. Selain itu, ketika ada suara keras warga juga khawatir.
“Ini ada kabar mau dipulangkan, ya bikin warga resah. Kami berharap diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara itu, Darwanto, kepala desa mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan usulan warga tersebut kepada pihak terkait. Dia menambahkan, Riyanto masih akan menjalani pengobatan hingga sembuh.
“Saya menyadari warga masih trauma, akan kami sampaikan kepada pihak terkait. Tetapi berdasarkan informasi yang saya terima Riyanto tidak akan dipulangkan sampai benar-benar sembuh,” ungkapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, tragedi berdarah yang dilakukan Riyanto menewaskan 3 orang warga dan 7 orang warga harus dilarikan ke rumah sakit akibat sabetan senjata tajam yang dilakukannya. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit di Malang.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim







