Tren Gowes Turun, Penjualan Sepeda di Bojonegoro Merosot hingga 70 Persen - Tugujatim.id

Tren Gowes Turun, Penjualan Sepeda di Bojonegoro Merosot hingga 70 Persen

  • Bagikan
Rastanto, penjual sepeda di Pasar Kota Bojonegoro saat berada di toko sepeda miliknya mengaku peminat sepeda yang turun drastis. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Rastanto, penjual sepeda di Pasar Kota Bojonegoro saat berada di toko sepeda miliknya mengaku peminat sepeda yang turun drastis. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Tingkat penjualan maupun harga jual berbagai jenis sepeda di wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami kemerosotan. Tak tanggung-tanggung penurunan penjualan tersebut dirasakan hingga 70 persen. Keadaan ini berbanding terbalik saat awal pandemi Covid-19 kala harga sepeda mengalami kenaikan secara drastis.

Salah satu penjual sepeda di Pasar Kota Bojonegoro, Rastanto menyebut penurunan harga sepeda ini disebabkan tren gowes yang mulai memudar sehingga pembeli mulai berkurang.

“Kalau dulu pas lagi tren sepeda itu sehari bisa sampai 10 sampai 15 pembeli. Kalau sekarang 3 sampai 5 sepeda bisa terjual setiap harinya,” ujar Rastanto ketika ditemui Tugu Jatim, Rabu (23/06/2021).

Dari perbandingan jumlah pembeli itu, Rastanto menyebut tokonya mengalami penurunan pembeli hingga 70 persen.

Bagi pecinta sepeda gunung, harga sepeda dibandrol paling murah Rp1 juta. Sebelumnya harga sepeda ini melonjak hingga di atas Rp3 juta.

“Kalau saat ini yang paling laris ya sepeda gunung MTB (mountain bike, red), harga paling murahnya Rp1 juta,” lanjut Rastanto.

Di toko sepedah milik Rastanto ini juga menjual sepeda gunung dengan berbagai macam harga, untuk harga sepeda gunung biasa dibandrol Rp800 ribu, sementara sepeda anak-anak, yaitu Rp400 ribu.

“Kebanyakan yang beli ibu-ibu dan bapak-bapak. Itu saja ibu-ibu kalau beli masih ada yang nawar,” keluh Rastanto.

  • Bagikan