Trik Ampuh untuk Para Mahasiswa Perantauan agar Tidak Homesick - Tugujatim.id

Trik Ampuh untuk Para Mahasiswa Perantauan agar Tidak Homesick

  • Bagikan
ilustrasi homesick
Ilustrasi homesick dan perasaan gundah karena kangen rumah. (Foto: Pixabay)

Homesick, itulah yang mungkin kerap dirasakan oleh mahasiswa yang menempuh studi di perantauan. Jauh dari rumah, dari orang tua, serta suasana kampung halaman membuat para mahasiswa perantauan ini homesick, utamanya mahasiswa baru yang mungkin merasakan culture shock.

Kata homesick sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Istilah ini bisa diartikan sebagai perasaan gundah gulana yang dirasakan seseorang kala jauh dari rumah. Rumah yang diyakini banyak orang menjadi tempat teraman dan ternyaman oleh seseorang.

Homesick disebabkan oleh adanya rasa ketidaknyamanan terhadap situasi yang berbeda serta jauh dari rumah dan keluarga. Maka dari itu, hal ini haruslah segera diatasi oleh masing-masing mahasiswa. Karena, apabila dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan stress yang berkepanjangan.

Baca Juga: Mahasiswa UM Ciptakan Novel Berbasis Augmented Reality

Lalu apa saja sih yang harus dilakukan untuk mengatasi homesick para mahasiswa baru? Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi homesick.

  1. Mendekorasi Kamar agar Lebih Nyaman

Mendekorasi kamar yang nyaman agar tidak homesick. (Foto: Pixabay)

Kamar kos merupakan tempat yang digunakan untuk menghabiskan sebagian besar waktu para mahasiswa baru. Apalagi sebagian besar dari mereka biasanya masih belum memiliki banyak aktivitas dan teman baru. Hal itulah yang kadang melatarbelakangi mereka untuk terus berdiam di dalam kamar kos masing-masing. Maka dari itu, kamar kos harus ditata dan didekor agar lebih nyaman saat digunakan.

Ada dua pilihan yang bisa dilakukan dalam mendekor dan menata kamar kos. Mereka bisa menata dan mendekor kamar kos seperti kamar mereka di untuk menghadirkan suasana dan kehangatan yang sama, namun hal ini sebenarnya juga bisa menimbulkan homesick. Maka dari itu, adakalanya sebagian dari mereka lebih memilih menata dan mendekor kamar kos lain dari biasanya untuk menghadirkan suasana baru yang tidak ada kaitannya dengan rumah dan keluarga.

  1. Menyibukkan Diri dengan Kegiatan Positif

Menyibukkan diri rengan hal positif. (Foto: Pixabay)

Para mahasiswa baru tentu memerlukan adaptasi dengan lingkungan yang baru. Adaptasi itu perlu dilakukan agar mereka tidak berlarut-larut saat mengalami culture shock maupun homesick. Adaptasi tersebut akan jauh lebih mudah apabila mengenal orang-orang baru yang dapat diperoleh melalui kegiatan-kegiatan positif. Mereka bisa bergabung dengan komunitas, UKM, Ormawa, Volunteer, atau wadah pengembangan minat dan bakat lainnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya dapat membuat aktivitas mahasiswa lebih bervariasi, yakni tidak hanya sekadar ruang kelas dan kamar kos. Akhirnya melalui kegiatan tersebut mahasiwa dapat memiliki kesibukan lain dan tidak hanya berfokus meratapi dirinya yang jauh dari rumah maupun keluarga. Mereka juga bisa lebih produktif saat menjalani kehidupan perkuliahan. Tidak hanya itu saja, mereka dapat memperoleh relasi, pengalaman, dan wawasan yang lebih banyak lagi.

  1. Menjaga Komunikasi dengan Orang Tua (Keluarga)

Jaga kedekatan dengan orang tua. (Foto: Pixabay)

Homesick berkaitan dengan rumah dan keluarga. Maka dari itu menjaga komunikasi dengan keluarga merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi homesick. Meluangkan beberapa waktu untuk menghubungi keluarga, entah melalui pesan teks, telepon suara, maupun panggilan video tentunya sedikit banyak dapat mengendalikan homesick yang diderita para mahasiswa baru.

Komunikasi ini juga dapat sedikit menyalurkan kerinduan terhadap rumah dan keluarga. Meskipun demikian, ketika berkomunikasi dengan keluarga usahakan untuk tidak menunjukkan kesedihan dan kesepian di tanah rantau. Hal itu perlu dilakukan agar keluarga khususnya orang tua tidak merasakan khawatir yang berlebihan.

  1. Curhat dengan Teman atau Sahabat

Ilustrasi curhat sesama perantauan (Foto: Pixabay)

Ada baiknya apa yang dirasakan itu diungkapkan. Kesedihan, keresahan, dan kesakitan usahakan jangan disimpan sendiri dan dibuat berlarut-larut. Hal itu berlaku pula pada homesick yang dirasakan oleh para mahasiswa baru. Meskipun demikian media atau wadah yang digunakan sebaiknya bukan sosial media, melainkan teman atau sahabat. Apalagi kalau mereka juga merasakan hal yang sama, yakni berada di tanah rantau dan jauh dari rumah maupun keluarga. Mereka bisa bersama-sama berkeluh kesah dan bertukar pikiran untuk mengurangi dan mengatasi homesick.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi homesick para mahasiswa baru. Homesick tidak boleh dibiarkan apalagi hingga berlarut-larut, karena masih ada banyak hal positif yang bisa dilakukan di tanah rantau. (Sindy Lianawati/gg)

  • Bagikan