• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantai Pancer.

Kondisi pantai yang terletak di Desa Puger Kulon Jember dipenuhi sampah kayu. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Tumpukan Sampah di Pantai Pancer Jember, Ini Alasan Kenapa Polemik Tak Kunjung Usai

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
1
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pantai Pancer yang terletak di selatan Kabupaten Jember menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan pemandangan alam memesona kepada para pengunjung. Pantai Pancer menjadi alternatif liburan yang banyak diminati wisatawan untuk menghabiskan waktu di hari libur.

Di balik keindahan Pantai Pancer dan pantai-pantai di sekitarnya, termasuk Pantai Puger, harus dihadapkan dengan permasalahan sampah yang belum terselesaikan sepenuhnya hingga saat ini. Sampah terus menghiasi tepian pantai yang menumpuk di atas pasir hitam pantai tersebut.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Sebelumnya pada 2023, pantai tersebut dipenuhi sampah sehingga terlihat seperti lautan sampah. Akibat sampah yang menumpuk tersebut, membuat wisatawan mengeluhkan aroma tidak sedap saat berkunjung di pantai sekitar Puger.

Baca Juga: Laptop Rasa Premium! Spesifikasi MSI Prestige 14 Evo A12M: Bodi Tipis dengan Performa Tangguh untuk Profesional dan Kreator

Pantai Pancer terletak di daerah yang strategis di antara dua hulu sungai besar. Sungai-sungai tersebut, seharusnya menjadi sumber kehidupan masyarakat, kini menjadi sarana pembuangan sampah yang tidak terkendali.

Itulah yang menjadi alasan Kepala Desa Puger Kulon Nur Hasan saat ditemui Tugujatim.id pada Minggu (12/05/2024). Dia menjelaskan, sampah yang menumpuk di sekitar pantai di Puger tidak sekadar berasal dari masyarakat sekitar, melainkan dari dua hulu sungai.

Pantai Pancer Jember.
Sampah di sepanjang pesisir Pantai Pancer-Pantai Cemoro Sewu di Desa Puger Kulon, Minggu (12/05/2024). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Sampah ini yang memproduksi sampah di Pantai Puger ini bukan hanya masyarakat Puger, tetapi dari hulu sungai mulai dari Sungai Bedadung dan Sungai Mesini sehingga sampah akan berkumpul di muara,” ujar Nur Hasan.

Dia juga menjelaskan, secara berkala pihaknya bersama berbagai pihak telah melakukan pembersihan terhadap sampah yang menumpuk di kawasan Pantai Puger dan sekitarnya.

“Terkumpulnya sampah di muara ini, kami pemerintahan desa dan pokdarwis (kelompok sadar wisata) secara periode juga membersihkan pantai,” jelas Nur Hasan.

Baca Juga: Inovasi Buah tanpa Biji, Mahasiswa Polije Hasilkan Semangka Kualitas Unggul lewat Problem Based Learning

Dia juga menjelaskan, tumpukan sampah yang terjadi di pantai yang terletak di Desa Puger Kulon tersebut paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di luar Puger, yang kemudian terbawa melalui dua sungai.

“Sungai mengalir ini juga membawa material sampah. Padahal, sampah itu bukan hanya dari masyarakat Puger, yang terbanyak adalah dari luar masyarakat Puger sepanjang aliran Bedadung dan Sungai Mesini,” tegas Nur Hasan.

Selain itu, Nur Hasan menyadari bahwa sampah juga dihasilkan dari kunjungan wisatawan, tetapi pihaknya secara terus menerus melakukan pembersihan.

“Jadi pengunjung belum pulang pun, kami melakukan bersih-bersih,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniKabupaten Jember hari iniPantai Pancer JemberPolemik sampah di Pantai PancerSampah di Pantai Pancer Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
pasar kita-kita malang

Exploring Pasar Kita Kita Malang: Aesthetic Market that Offers Thirty3brew to Photomatics

Comments 1

  1. Pingback: Transisi Pengurus, KLB Askot PSSI Mojokerto Digeber Juli 2024 - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID