TUBAN, Tugujatim.id – Fenomena munculnya ular cobra Jawa kembali mencuri perhatian warga Tuban hingga membuat warga resah. Kejadian ini terjadi di Perumahan Bumi Permata Estate, Blok O-3, Dusun Kuthi, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa pagi (10/09/2024).
Pemilik rumah bernama Anim Suryani, seorang warga setempat, menghubungi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban. Menurut laporan, seekor ular cobra Jawa berukuran sekitar 115 cm ditemukan berada di bawah mesin cuci di rumah Anim. Ular ini menyebabkan kegelisahan di lingkungan sekitar dan mengancam aktivitas sehari-hari penduduk.
Baca Juga: Suami Tega Jual Istri Layani Threesome di Kota Mojokerto, Motif Puaskan Fantasi Bertarif Rp1,5 Juta
“Ini benar-benar mengganggu. Kami merasa sangat khawatir karena ular cobra ini memiliki bisa yang sangat berbahaya. Segera setelah mengetahui keberadaannya, kami meminta bantuan untuk mengevakuasi ular tersebut,” kata Anim Suryani.
Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban Gunadi mengungkapkan bahwa timnya segera merespons laporan tersebut, pihaknya segera mengirimkan tim untuk menangani situasi tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan evakuasi dilakukan dengan aman dan efektif,” jelas Gunadi.
Tim damkar tiba di lokasi dan mengevakuasi ular dengan hati-hati menggunakan tongkat capit. Setelah proses evakuasi selesai, ular cobra dimasukkan ke dalam karung dan dibawa kembali ke markas damkar. Untungnya, tidak ada kerusakan atau kerugian materiil yang dilaporkan akibat kejadian ini.
Pihak damkar mengingatkan kepada warga untuk selalu waspada terhadap keberadaan ular berbisa dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemui hewan berbahaya di lingkungan sekitar.
“Keamanan dan kenyamanan warga adalah prioritas kami. Tentunya kami akan terus melakukan yang terbaik untuk melindungi masyarakat dari ancaman seperti ini,” tambah Gunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








