• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jejak Hijau Bambu 2

Iman Rahman Heru Wijaya saat memaparkan materi. 

UM Bahas Potensi Bambu dalam Menangani Isu Lingkungan

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Isu lingkungan kembali diangkat oleh Universitas Negeri Malang (UM) dalam salah satu agendanya, yaitu Sarasehan dengan tema “Universitas Negeri Malang dalam Jejak Hijau Bambu: Teknologi, Ekonomi Sirkular, dan Keberlanjutan Lingkungan”.

Agenda yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini digelar di ruang seminar Gedung Kuliah Bersama A20 UM, Rabu (21/05/2025).

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Pada Sarasehan ini, bambu menjadi tanaman yang dijadikan topik utama dalam mengatasi isu lingkungan yang sering terjadi di Indonesia. Materi ini dibawakan oleh Iman Rahman Heru Wijaya, Perhutsos PWNU Jatim, yang berpengalaman dalam bidang lingkungan.

Dalam sesi materinya, Iman Rahman Heru Wijaya mengawali dengan masalah lingkungan serius yang terjadi di Blitar. Di sana terjadi alih lahan menjadi lahan pertanian, seperti jagung.

BACA JUGA: Sarasehan Jejak Hijau Bambu UM Angkat Potensi Bambu Sebagai Solusi Keberlanjutan

Menurut catatan dari Perhutanan Sosial Kabupaten Kabupaten Blitar, lahan kritis mencapai 2.000 hektar lebih sehingga mengakibatkan kelangkaan air bersih.

“Pada saat konfirmasi itu, ternyata lahan sangat kritis, kritis, dan potensial itu tidak ada bedanya, sama-sama tidak ada barangnya (tanaman konservasi). Jadi sekarang kita diadaptasi pada masalah ini.” jelasnya.

Untuk mendukung perbaikan ini, banyak pihak dilibatkan, seperti masyarakat, camat, dan organisasi sosial seperti Anshor. Hal ini dilakukan untuk mempercepat rehabilitasi lahan yang rusak. Salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi yang baik untuk tanaman bambu ini adalah wilayah Gunung Kawi.

Langkah penting lainnya yang dilakukan oleh Kabupaten Blitar adalah dengan memberikan SK dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada 67 desa. Dalam hal ini, masyarakat tetap mendapatkan akses hutan tetapi terbatas.

Jejak Hijau Bambu 1
Para narasumber bersama Kepala Pusat Sains dan Rekayasa, Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si, Ph.D, para dosen, dan audiens saat berfoto bersama

“Masyarakat mendapatkan akses untuk dimanfaatkan hutan dengan batasan-batasan tertentu.” ucapanya.

Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam pendampingan di masyarakat. Hal ini dilakukan karena dianggap anggota NU memiliki banyak orang sehingga terdapat MOU dengan Kementerian.

“Kami PBNU dianggap mempunyai kapasitas untuk melakukan pendampingan karena orangnya banyak. NU punya orang sampai ke tingkat ranting dan rata-rata petani hutan yang ada di pinggir hutan itu semua rata-rata NU.” ujarnya.

Dengan adanya rencana-rencana sistematis, pendampingan, dan kerja sama dari masyarakat, Kabupaten Blitar berhasil keluar mengurangi krisis air dari masalah alih lahan sebelumnya.

BACA JUGA: UM Ajak Pelaku Bisnis Bambu Go Internasional Lewat Sarasehan Jejak Hijau Bambu

Untuk rencana ke depannya, Kabupaten Blitar ingin direncanakan menanam 100 juta pohon dalam dua tahun ke depan. Ada juga gagasan untuk membentuk agrowisata berbasis bambu dan komunitas lokal untuk mendorong konservasi sekaligus ketahanan pangan.

“Kami menargetkan setidaknya 2 tahun ini ada penanaman 100 juta di kawasan ini.” ucapnya.

Kesuksesan dalam konservasi lingkungan ini juga dirasakan oleh pihak lain dari luar Kabupaten Blitar. Pak Heru dan pendamping lainnya pernah mendampingi 7 Desa di tiga kecamatan di Tulungagung yang memiliki masalah banjir saat hujan.

Dengan melakukan hal yang sama, yaitu perencanaan sistematis dengan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk menanam bambu di tahun 2020 dan di tahun 2023 banjir di daerah-daerah tersebut juga bisa diatasi.

“Kita langsung bikin kelompok-kelompok kecil gitu, kita tanami mulai tahun 2020 itu masih baru. Di tahun 2023, dari orang-orang ini menyampaikan bahwa kok bisa, bambu yang hanya segitu bisa (menahan banjir)” tuturnya. (ADV).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Berita LPPM UMLPPM UMUMUniversitas Negeri Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

DPRD Surabaya.

Predikat Kota Layak Anak Tercoreng, DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa Terlibat TPPO

by Dwi Linda
02/06/2026 7:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bereaksi keras terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan...

Pegadaian Surabaya.

Rencanakan Keuangan Keluarga, Pegadaian Surabaya Edukasi 100 Anggota Muslimat NU Tuban lewat Investasi Emas

by Dwi Linda
02/06/2026 3:41 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Komitmen tinggi PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya terus diperkuat dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui...

Next Post
Denda pajak.

Bupati Fawait Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Parkir Gratis hingga Agustus 2025

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID