MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menandai langkah baru dalam mendukung digitalisasi desa dengan meresmikan Aplikasi Smart Cashier di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada Minggu (18/5/2025).
Acara yang dipimpin langsung oleh Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., selaku Ketua Tim Pengabdian dimana dihadiri oleh Kepala Desa Srigonco Didit Puji Leksono, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan pelaku UMKM lokal yang antusias mengikuti serangkaian kegiatan peluncuran dan pelatihan.
Smart Cashier adalah aplikasi kasir berbasis Android yang dirancang untuk memudahkan pencatatan transaksi penjualan dan pembelian, pengelolaan stok barang, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana secara otomatis.
Dengan tampilan antarmuka dalam Bahasa Indonesia dan navigasi yang ramah pengguna, masyarakat desa dengan literasi digital dasar pun dapat langsung memanfaatkan semua fitur mulai dari grafik penjualan harian, rekapan data dalam format Excel, hingga pengaturan multi-akun untuk beberapa pelaku usaha dalam satu perangkat.

Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa ide pembuatan aplikasi ini lahir dari observasi lapangan, di mana banyak pelaku UMKM di Srigonco masih mengandalkan cara manual dengan buku tulis, sehingga sering terjadi kesalahan perhitungan dan rendahnya efisiensi.
“Kami ingin transfer teknologi yang benar-benar adaptif dan mudah diakses oleh masyarakat desa. Dengan Smart Cashier, proses pembukuan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga pelaku usaha bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, para peserta menyimak dan dapat praktik langsung mengunduh dan memasang aplikasi, kemudian mencoba simulasi memasukkan data transaksi dan stok barang. Salah satu pemilik UMKM desa Srigonco mengaku terbantu sekali.
“Dulu saya catat di buku, kadang salah hapus atau hilang catatannya. Sekarang hanya beberapa ketukan di layar, data tersimpan rapi dan bisa diekspor kapan saja,” ujarnya dengan senyum puas.

Kepala Desa Srigonco, Didit Puji Leksono menyampaikan apresiasi tinggi kepada UM atas inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa seperti ini menjadi kunci percepatan transformasi digital di tingkat lokal.
“Smart Cashier akan menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Malang. Kami berharap ke depan tidak hanya UMKM, tetapi juga layanan publik desa dapat memanfaatkan teknologi serupa untuk meningkatkan pelayanan dan transparansi,” ujarnya.

Tidak berhenti pada peluncuran, tim UM telah merencanakan pendampingan berkala melalui kunjungan lapangan dan forum daring untuk memantau penggunaan aplikasi serta mengumpulkan masukan.
Data pengguna aktif dan feedback nantinya akan dijadikan dasar pengembangan fitur lanjutan, seperti integrasi dengan platform e‑commerce dan pelatihan literasi keuangan digital.
Dengan langkah ini, UM berharap Desa Srigonco tidak hanya menjadi desa yang melek teknologi, tetapi juga mampu mengokohkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








