Untag Surabaya Jadi Tuan Rumah Peresmian Lukisan Bung Karno dan Marhaen

  • Bagikan
Nuniek Silalahi selaku Penyelenggara Peresmian Lukisan Bung Karno dan Kang Marhaen di Gedung Wiyata Untag Surabaya, Selasa (06/04/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Nuniek Silalahi selaku Penyelenggara Peresmian Lukisan Bung Karno dan Kang Marhaen di Gedung Wiyata Untag Surabaya, Selasa (06/04/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah dalam “Syukuran Lukisan Pertama untuk Institut Marhaen dan Bandung Bersejarah”. Ketua Penyelenggara Peresmian Lukisan Bung Karno dan Marhaen Nuniek Silalahi menyampaikan, lukisan itu dikerjakan 1 tahun lalu sebelum pandemi Covid-19.

“Saya sedikit cerita, lukisan ini dipesan 1 tahun lalu sebelum pandemi Covid-19. Saya belum mengenal beliau (Ketua Institut Marhaen Jacobus Mayong Padang, red) karena biasanya melalui WhatsApp. Beliau memesan ke saya, saya tawarkan ke tetangga saya, prosesnya lama. Beliau tidak mau komunikasi langsung, hanya melalui WA,” terang Nuniek di Graha Wiyata Untag Surabaya, Selasa siang (06/04/2021).

BANNER DONASI

Lukisan tersebut menggambarkan momen pertemuan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Ir Soekarno atau akrab disapa Bung Karno dengan Kang Marhaen. Nuniek menjelaskan, Kang Marhaen adalah seorang petani miskin yang ditemui Bung Karno pada 1923, saat Bung Karno masih kuliah dan sangat muda.

“Kang Marhaen adalah seorang yang miskin, bukan buruh, meski dia punya alat produksi dan lahan sawah. Tapi dia miskin, kenapa? Karena dimiskinkan sistem penjajahan,” imbuhnya.

Momen yang menginspirasi Bung Karno melalui teori anti-kemiskinan dan memerdekakan Bung Karno melalui nama “Marhaenisme”. Hal itu, Nuniek menerangkan, membawa rasa ketertarikan dan kemudian menggelar syukuran tersebut.

Nuniek menyebut bahwa lukisan Bung Karno dan Marhaen itu merupakan bentuk momen unik, pertemuan sederhana yang menghasilkan pemikiran luar biasa.

“Lukisan itu sangat unik, tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Itu sebagai rangkaian rencana, kami mengapresiasinya, saya mengajukan permohonan pada Pak Silalahi untuk diperkenankan menempati lokasi ini (Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya, red),” paparnya.

Selain itu, Nuniek juga menjelaskan bahwa di bagian depan pelaksanaan peresmian itu terdapat patung proklamator kemerdekaan RI. Pembangunan Untag, Nuniek menjelaskan, juga tidak lepas dari sosok Bung Karno.

“Kebetulan ada patung proklamator, Untag juga tidak bisa lepas dari peran Bung Karno. Pagi ini (06/04/2021) menjadi momen buat kami melaksanakan ajaran Bung Karno untuk memerdekakan masyarakat Indonesia dan mensejahterakan bangsa ini,” ujarnya. (Rangga Aji/ln)

  • Bagikan