Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Surabaya Resmi Dimulai - Tugujatim.id

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Surabaya Resmi Dimulai

  • Bagikan
Suasana lansia yang mengantre untuk melakukan vaksinasi di RSI Ahmad Yani Surabaya, Selasa (23/2/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Suasana lansia yang mengantre untuk melakukan vaksinasi di RSI Ahmad Yani Surabaya, Selasa (23/2/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) di Kota Surabaya akhirnya resmi dimulai Selasa (23/2/2021) ini. Namun, berdasar pengakuan pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani, Surabaya menyatakan bahwa vaksinasi sudah dilakukan mulai Senin (22/2/2021) kemarin.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya, Dr Dodo Anondo. Ia menyatakan bahwa setidaknya terdapat 300 lansia yang terdaftar sebagai penerima vaksin dari Puskesmas Wonokromo dan sebagian lain secara mendaftar langsung ke RSI Ahmad Yani.

300 Lansia di RSI Ahmad Yani Surabaya

Dr Dodo Anondo selaku Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya tatkala diwawancara oleb pewarta Tugu Jatim, Selasa (23/02/2021) siang. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Dr Dodo Anondo selaku Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya tatkala diwawancara oleb pewarta Tugu Jatim, Selasa (23/02/2021) siang. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

“Vaksinasi lansia mulai Senin (22/02/2021), masalah proses agak terhambat, karena baru Senin (22/02) kemarin diperintah. Nah, aturannya vaksin untuk lansia, hanya untuk ibu kota provinsi masing-masing. Surabaya dipilih, saya kontak Kadinkes Surabaya, lalu RSI Ahmad Yani diberi data dari puskesmas sekitar 200-300 lansia yang akan vaksinasi, kalau ada lansia yang mau daftar langsung ke RSI diperbolehkan asal memenuhi syarat,” terang Dr Dodo pada pewarta Tugu Jatim, Selasa (23/02/2021) siang.

Dr Dodo menyebut penerima vaksin lansia ada yang dari orang tua pegawai, kerabat dari yayasan RSI dan sebagian guru besar. Dalam proses vaksinasi, jelas Dr Dodo, ada gangguan ringan pada sistem input data penerima vaksin lantaran banyaknya pengakses laman web terkait di Kota Surabaya.

Sempat Terjadi Gangguang karena Banyaknya Penerima Vaksin

“Ada yang dari orang tua pegawai, dari yayasan dan guru besar. Terus termasuk istri saya juga ada di sini. Walau lumayan ada gangguan, tadi data penerima vaksin belum bisa masuk ke sistemnya, sekarang sudah lancar. Sehingga nunggu sampai 30 menit, terpaksa pakai manual dulu,” imbuhnya.

Dr Dodo melanjutkan, gangguan sistem tadi terjadi selama 30 menit, sejak pagi sampai pukul 08.35 baru sistem input data penerima vaksin lansia baru dapat diakses dengan lancar. Dr Dodo menerangkan, bahwa sampai pukul 11.30, penerima vaksin lansia di lantai 1 atau lantai atas, RSI Ahmad Yani sudah habis dan selesai divaksin, tinggal lantai bawah.

“Setelah pukul 08.35 pagi tadi baru jalan lagi, bisa cepat. Sekarang pukul 11.30 siang sudah habis. Tadi yang bawah tanya, kenapa yang atas sudah sepi, lalu kenapa yang bawah tidak dipindah ke atas, tidak bisa karena dari puskesmas semua (penerima vaksinasi dari Puskesmas Wonokromo, red),” tuturnya.

Jumlah penerima vaksin lansia ada 300 lansia, data yang diperoleh dari Puskesmas Wonokromo. Dr Dodo menjelaskan, lantai bawah khusus ‘droping’ penerima vaksin lansia dari puskesmas, sedang lantai atas penerima vaksin yang mendaftar secara mandiri.

“Dari Puskesmas Wonokromo hampir ada sekitar 300 lansia, tapi yang datang baru 90 lansia. Ada di atas dan di bawah. Yang lantai atas, yang daftar sendiri, sedang yang lantai bawah khusus ‘droping’ dari puskesmas. Besok bisa datang lagi kalah hari ini belum,” ucapnya.

Lansia yang Menerima Vaksin Harus Memenuhi Syarat

Dr Dodo menjelaskan, bahwa pesan dari pusat, tatkala penerima vaksin datang, bisa langsung disuntik. Tapi tetap harus memenuhi persyaratan penerima vaksin. Mengenai komorbit, Dr Dodo menyebut, dapat tetap dilanjutkan selama penerima vaksin merasa baik-baik saja.

“Ada yang komorbid (penyakit bawaan, red), tapi tetep lanjut mengikuti vaksinasi. Tadi ada yang diabet tapi terkontrol dan baik, dia yakin bahwa saya tidak mengapa. Terkontrol kan kita yang tahu,” imbuhnya.

“Dari instansi sendiri 20 orang, total seluruh untuk hari ini tergantung yang daftar berapa. Yang jelas, jumlah dari puskesmas hampir 300 orang. Setelah vaksinasi tidak ada yang KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, red) aman aja tadi,” terangnya.

Selain itu, Dr. Dodo menyampaikan bahwa penerima vaksin lansia perlu melakukan ‘medical check’ secara mandiri, sebelum melakukan vaksinasi di RSI Ahmad Yani. Setelah itu, hasil rekap ‘medical check’ dapat disampaikan pada petugas atau vaksinator di lokasi sebagai tanda kesiapan penerima vaksin lansia.

“Sebelum vaksin nanti ditanya apakah komorbid, aman atau tidak, tetap penerima pasien akan melakukan ‘medical check’ secara mandiri sebelum vaksin. Kita tidak ada kuota, besok kita disampaikan ke dinas, langsung diberi jatah,” tuturnya.

Jumlah Vial Vaksin Disesuaikan dengan Jumlah Penerima Vaksin

Mengenai jumlah vaksin yang dikirim, Dr Dodo mengatakan, bahwa disesuaikan dengan jumlah penerima vaksin lansia yang sudah mendaftar. Bila yang mendaftar 50, misalnya. Dr Dodo dan pihak RSI Ahmad Yani juga akan memeroleh 50 vaksin, yang dipakai untuk vaksinasi lansia.

“Misal yang didaftarkan 50 lansia, ya kita dapat 50 vaksin. Yang daftar langsung, bisa dijadwalkan besok. Ada yang sempat ditambah 10% jumlah vaksin yang dikirim, kalau 50 jadi 55. Jadi tergantung kita juga,” cetusnya.

Untuk vaksinator di RSI Ahmad Yani ada 5 orang, terang Dr Dodo, tapi ada yang di administrasi, bagian ‘check’, dan lain sebagainya. “Kita juga mengadakan pelatihan. Kita sudah ngitung, mampunya 60-100 vaksin orang tiap hari, tapi vaktanya lebih. Soale pesennya dinas, datang memenuhi syarat langsing divaksin,” pungkasnya.

Syarat vaksin lansia hanya KTP dan Kartu Keluarga (KK), tapi bisa hanya KTP saja untuk dilihat Nomor Induk Kependudukan (NIK). Khusus KTP Surabaya, akan divaksin untuk dosis kedua, maksimum antara 14-28 hari dari sekarang. Vaksinasi lansia di RSI Ahmad Yani Surabaya berjalan dengan baik dan aman. (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan