Vaksinasi pada Jurnalis-Pelayan Publik di Bojonegoro Bikin Nafsu Makan Bertambah

  • Bagikan
Pelaksanaan vaksinasi kepada para jurnalis di Bojonegoro, Rabu siang (17/03/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Pelaksanaan vaksinasi kepada para jurnalis di Bojonegoro, Rabu siang (17/03/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Bojonegoro kembali melaksanakan vaksinasi tahap kedua dosis kedua terhadap jurnalis pada Rabu siang (17/03/2021). Salah satu peserta vaksinasi Uul Lyatin menyatakan, vaksin yang disuntikkan pada tahap pertama bisa membuat nafsu makan bertambah.

“Rasanya pas pertama itu nafsu makan bertambah, semoga pas vaksin kedua ini juga bisa menambah nafsu makan,” terang Ulya, sapaan akrabnya, kepada Tugu Jatim.

Sesuai pantauan pada Rabu sore, vaksinasi tahap kedua dosis kedua yang dilakukan di Pendapa Malowopati Bojonegoro ini telah diikuti 48 peserta, dari 64 orang yang mengikuti vaksinasi dosis pertama.

Selain Ulya, hal yang sama juga diungkapkan salah satu jurnalis bernama Liza mengaku merasakan efek vaksinasi yaitu ingin terus makan.

“Vaksin dosis pertama itu rasanya sakit sama ngilu, tapi efeknya kerasa kaya pengen makan terus. Kalau dosis kedua ini enggak terasa sakit sih, biasa saja,” katanya.

Sementara itu, jurnalis lain M. Nur Afifullah menyampaikan bahwa jangan percaya dengan berita yang menyatakan setelah divaksin akan lumpuh atau mengalami efek lainnya.

“Ya, rasanya enak saja setelah disuntik. Kan ada kabar kalau setelah disuntik itu katanya lumpuh dan mengalami efek lain. Itu kalau menurut saya nggak benar. Buktinya ini sehat-sehat saja,” ungkap  alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Sedangkan Sika, peserta vaksinasi yang lain, merasa lebih sakit suntik vaksin dosis pertama dibanding suntik vaksin dosis kedua.

“Lebih sakit yang pertama sih, cuma yang pertama tensi enggak tinggi kaya yang sekarang, pas kedua ini tensi agak naik,” ujar Sika.

Selain jurnalis, vaksinasi tahap kedua ini juga menyasar petugas pelayan publik, di antaranya anggota TNI, Polri, pegawai kejaksaan negeri, pegawai pengadilan negeri, anggota bakorwil, anggota DPRD, pedagang pasar, anggota lembaga pemasyarakatan, pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja, pegawai kantor pelayan pajak pratama, pegawai Badan Pusat Statistik (BPS), organisasi perangkat daerah (OPD), dan pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro. (Mila Arinda/ln)

  • Bagikan