Video Bupati Malang Berdangdut Ria saat Pandemi Viral, Pengamat: Harusnya jadi Suri Teladan

  • Bagikan
Bupati Malang Sanusi menggelar acara menyanyi dangdut saat deklarasi tim pemenangan Rabu (5/8/2020) malam. (Foto: akun Facebook Kharisma Rea Reo)

MALANG – Pengamat politik angkat bicara perihal video calon bupati Malang petahana, M Sanusi yang menjadi viral di media sosial usai terlihat menyanyi dangdut dengan dua biduan saat kampanye di tengah pandemi COVID-19.

Pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Wahyudi Winarjo MSi mengatakan jika seharusnya Bupati Malang menjadi suri teladan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Rakyat akan selalu meminta agar pemerintah senantiasa menjadi suri teladan atas aturan yang digulirkan,” ungkap Wahyudi saat dimintai keterangan, Kamis (06/08/2020).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM juga menjelaskan akan ada pembangkangan dari masyarakat jika pemerintah tidak bisa menjadi suri teladan.

“Jika pemerintah tidak bisa ing ngarso sung tulodo (memberi teladan di depan, red), maka yang akan terjadi nantinya adalah pembangkangan yang dilakukan oleh rakyat. Ibarat pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” tegasnya.

Untuk diketahui, video Bupati Malang berdangdut dengan dua biduan saat deklarasi tim pemenganan untuk Pilkada 2020 yang akan datang itu menjadi bahan perbincangan sosial. Acara tersebut digelar di sebuah rumah makan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu malam (5/8/2020).

Meski demikian, Wahyudi menjelaskan bahwa acara musik dangdut memang sebenarnya sejak dulu merupakan salah satu cara mendekati calon pemilih yang efektif.

“Secara umum media hiburan, termasuk di dalamnya musik dangdut dapat menjadi sarana untuk mendekatkan  kontestan dengan calon pemilih,” ujarnya.

Namun, mengadakan pesta besar-besaran di tengah krisis akibat Pandemi COVID-19 ini juga tidak elok dilihat oleh masyarakat.

“Di era pandemi COVID-19, yang mana pemerintah senantiasa meminta agar rakyat mengikuti protokol kesehatan, maka seharusnya pentas dangdutnya dilakukan secara daring. Jika hal ini tidak dilakukan, maka akan justru menjadi kontra produktif terhadap misi kampanyenya nanti,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sangat wajar jika masyarakat meluapkan kekecewaannya kepada calon petahana Bupati Malang atau Bupati Malang yang masih menjabat saat ini.

“Respon masyarakat sebagaimana dalam medsos tersebut adalah bukti ketidaksukaan rakyat terhadap apa yang dilakukan oleh incumbent,” ungkapnya.

Terakhir, Wahyudi mengungkapkan jika saat kondisi krisis seperti ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang diminta memiliki rasa simpati.

“Rakyat meminta agar pemerintah juga memiliki sense of crisis sebagaimana pemerintah juga meminta kepada rakyat untuk melakukan hal tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Malang dikritik warganet karena kedapatan menyelenggarakan acara dangdutan saat deklarasi tim pemenangan Pilkada 2020 di Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen, Kabupaten Malang pada Rabu Malam (05/07/2020).

Lalu saat dikonfirmasi, Sanusi menegaskan dirinya tidak menggunakan dangdutan. Tetapi dirinya menyelenggarakan electone saat kondisi deklarasi sudah sepi atau selesai.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan