News  

Video Sopir Truk Sapi Blokir Jalan Saat Ditilang Polisi Sempat Viral, 2 Pengemudi Kini Minta Maaf

Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Arum Inambala saat ditemui awak media. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim) sopir truk video viral, ditilang polisi, blokir jalan
Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Arum Inambala saat ditemui awak media. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Video aksi pemblokiran jalan di Tuban yang dilakukan dua sopir truk terbuka pengangkut sapi karena tidak terima saat ditilang polisi sempat viral, Sabtu (11/9/2021) lalu. Kini, 2 sopir truk yang melakukan aksi tersebut akhirnya minta maaf pada pihak kepolisian, Kamis (16/9/2021).

Dua sopir tersebut yakni Sugianto warga Baureno, Kabupaten Bojonegoro dan Ashari warga Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.

Diketahui, keduanya melakukan hal itu lantaran tidak terima ditilang polis saat melintas Pos Lalu Lintas Pakah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

“Atas kejadian tersebut saya mohon maaf kepada jajaran kepolisian, khususnya Satlantas Polres Tuban, untuk meminta maaf dari hati yang paling dalam. Sekali lagi minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” ucap Ashari, Kamis (16/9/2021).

Hal senada juga disampaikan Sugianto, sopir truk asal Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Ia mengaku bersalah dan minta maaf karena telah melanggar lalu lintas.

Ia pun menyesal lantaran kejadian itu menjadi viral di media sosial (medsos) dan berujung kesalahpahaman di masyarakat. Padahal, sebelumnya ia merasa tidak memviralkan video tersebut ke medsos.

“Sekali lagi saya minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi,” ungkapnya.

Sopir Truk Ditilang Karena Angkut Orang

Dikonfirmasi terpisah, Kasatlantas Polres Tuban, AKP Arum Inambala menceritakan, awalnya sejumlah sopir truk pengangkut sapi memblokir jalan karena tak terima ditilang. Mereka tak terima saat petugas menghentikan dan menilang para sopir truk pengangkut sapi dan orang di Pos Lalu Lintas Pakah Tuban.

Karena kesal dengan petugas, mereka sengaja menghentikan kendaraannya di tengah jalan sehingga menimbulkan arus lalu lintas sedikit tersendat beberapa menit.

“Kalau macet berjam-jam itu gak, dan memang arus lalu agar tersendat. Tapi itu tidak lama,” tegas lulusan Akpol tahun 2013 ini.

Tindakan tegas pun dilakukan untuk memberikan efek jera kepada mereka. Karena memang sudah jelas, truk barang tidak diperbolehkan digunakan mengangkut orang. Sedangkan, salah satu penumpang di bagian depan tidak menggunakan sabuk pengaman.

“Penilangan yang dilakukan petugas sesuai Pasal 303 UU lalulintas tentang kendaraan bak terbuka yang digunakan mengangkut penumpang. Dan pasal 289 UU Lalu lintas, karena penumpang di depan tak menggunakan sabuk pengaman,” beber mantan Kanit Regident Satlantas Polres Tuban ini.

Sementara itu, guna meminimalisasi kejadian serupa kembali terulang, Satlantas Polres Tuban akan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap para sopir bak terbuka supaya tidak digunakan mengangkut penumpang. Termasuk, truk pengangkut pakan ternak yang mengangkut muatan berlebihan atau over kapasitas yang dapat membahayakan kendaraan lain.

“Sosialisasi dan edukasi akan kita gerakan utamanya untuk sopir truk. Termasuk menjelaskan tatacara muatan jangan sampai melebihi muatan atau over dimensi,” tutupnya.