News  

Wabah PMK Melandai, Operasional Pasar Hewan di Kabupaten Malang Tunggu Instruksi Pemprov Jatim

pasar hewan. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)
Para pedagang Pasar Hewan Gondanglegi, Kabupaten Malang, berjualan di pinggir jalan akibat penutupan pasar hewan. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

MALANG, Tugujatim.id – Pasar hewan di Kabupaten Malang hingga kini belum dibuka meski wabah virus PMK sudah melandai. Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto membenarkan belum ada wacana pembukaan kembali pasar hewan.

Dia mengatakan, pembukaan kembali pasar hewan masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Tujuannya agar tidak ada hewan sakit dari daerah lain yang masuk ke Kabupaten Malang dan kembali menyebar virus PMK.

“(Pembukaan kembali) pasar hewan kami menunggu informasi lebih lanjut dari Pemprov Jatim. Karena kalau Kabupaten Malang ini sudah terbebaskan terlebih dulu, sementara di wilayah lain masih ada yang terindikasi, jadi kan harus diamankan wilayahnya,” kata Didik saat ditemui pada Selasa (23/08/2022).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pasar hewan di Kabupaten Malang ditutup sejak 12 Mei 2022. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah PMK. Selain itu, juga dilakukan penyekatan di setiap perbatasan agar tak ada hewan sakit dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

Terkait vaksinasi PMK, Didik mengatakan, saat ini sudah pada tahap ketiga dan hampir semua sapi di Kabupaten Malang telah menerima vaksin.

“Vaksin PMK saat ini sudah tahap ketiga. Hampir semua sapi sudah tervaksin, baik sapi potong maupun sapi perah,” ujarnya.

Dia mengapreasiasi kesadaran masyarakat dan dukungan dari koperasi-koperasi yang membantu pelaksanaan vaksinasi PMK.

“Ini berkat kesadaran masyarakat dan didukung sahabat-sahabat perkoperasian yang mengakomodasi dan mendorong petani-petani hingga tingkat booster,” imbuhnya.

Sementara untuk bantuan kepada peternak terdampak PMK, Didik menyebut, pihaknya tengah melakukan inventarisasi dan akan mengirimkan hasilnya ke pemerintah pusat untuk diproses lebih lanjut.

“Tapi insyaa Allah, karena ini sudah menjadi berita publik, saya yakin ini akan dilaksanakan. Ini hanya masalah waktu saja,” tutupnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim