MALANG, Tugujatim.id – Wahyu Nizam Arden Abhista atau akrab dipanggil Nizam, desainer cilik asal Kota Malang, Jatim, meluncurkan koleksi terbarunya pada pertengahan 2025. Koleksinya kali ini mengusung konsep “Ethnic Painting”.
Peluncuran desain brand fashion ini digelar di Malang Town Square (Matos). Wahyu Nizam pun akan memamerkan karyanya di ajang fashion bergengsi bertajuk “Malang Fashion Runway”, Minggu (13/07/2025).
Media tugumalang.id dan tugujatim.id mendapat bocoran penampakan koleksi terbaru secara langsung dari Wahyu Nizam. Tim internal Nizam Art Collection saat itu tengah menyiapkan video teaser karyanya untuk ditampilkan di MFR di Kampung Lumbung Kota Batu.
Meski menyandang status sebagai difabel down syndrome, nama Nizam sudah populer dengan berbagai prestasi dan karya. Salah satunya yang tersohor lewat brand fashion ciptaannya.
Dia mengenalkan desain terbaru yang merupakan karyanya yang keempat. Terakhir, koleksi karyanya bertema Auroravelia yang unik dan penuh warna diperkenalkan di ajang Batu Moslem Fashion Runway bertempat di Lippo Plaza Batu pada awal Ramadhan 2025.
”Karya Nizam keempat ini bertema ‘Ethnic Painting’. Tampilannya disaksikan langsung di acara Malang Fashion Runway 2025 besok di Matos,” ungkap Nurwahidah, ibu Nizam, Sabtu (12/07/2025).
Bocoran Koleksi Desain Nizam Terbaru
Koleksi baju Nizam ini perpaduan kain etnik tenun dengan karya painting goresan tangannya di atas media kain. Nurwahidah mengatakan, kedua elemen itu lalu dipadukan dengan kain berbahan soft jeans.
”Ini sesuai tema MFR 2025 yaitu Modeversa. Yakni menyatukan 3 elemen bahan Wastra. Saya kira desain baru ini akan menjadi desain paling ikonik dari Nizam,” tuturnya.
Nurwahidah berharap kiprah Nizam di bidang desainer fashion ini bisa semakin dikenal khalayak luas. Dengan begitu, sepak terjang Nizam juga bisa mewarnai dunia fashion di Malang, terlebih dari perspektif anak difabel.
”Harapannya, event seperti MFR juga membuka peluang, memberi ruang apresiasi, ruang berekspresi bagi teman-teman difabel untuk menunjukkan karyanya. Semoga ada Nizam-Nizam yang lain yang turut meramaikan dunia fashion,” harapnya.
Dia menambahkan, kiprah Nizam sebagai anak difabel hingga seperti ini tentu berkat dukungan dari banyak pihak. Mulai dari para guru dan teman-teman Nizam di sekolah, Coach WTama Malang, sesama desainer, dan seluruh model yang bersedia mendukung show NAC by Nizam Art.

”Semoga Nizam bisa terus berkontribusi dan berkolaborasi di dunia fashion dan terus melahirkan karya-karya baru, karya-karya terbaiknya yang bisa dinikmati khalayak ramai.
Ya, motif dan perpaduan desain painting Nizam ini memang terbilang unik. Bisa dibilang, Nizam mengatakan, gaya karyanya punya kecenderungan tema galaksi dan aura psidelik. Desain ini, Nizam mengatakan, sudah dirancang sejak lama.
”Saya senang sekali desain baru ini bisa diperkenalkan lagi ke semua orang. Rasanya nervous, deg-degan nunggu besok. Semoga lancar dan karya Nizam bisa diterima dengan baik,” ujar Nizam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








