• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pasuruan tugu jatim

Foto Fitria Almuniro Hafidloh yang ditunjukkan oleh ibunya, Nurul Afifi. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Wanita Hamil Korban Pembunuhan di Pasuruan Sempat Minta Maaf ke Ibunya

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Kriminal
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Fitria Almuniro Hafidloh (23) meninggal dengan luka leher akibat benda tajam di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (31/10/2023). Polisi menetapkan mertua korban, Khoiri (52) sebagai tersangka pembunuhan wanita hamil tujuh bulan itu.

Ibu korban, Nurul Afifi mengatakan bahwa putri sulungnya itu dikenal pendiam dan sering meminta maaf padanya sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

You might also like

Komplotan remaja di Blitar.

Modus “Penggerebekan Palsu”, Komplotan Remaja di Blitar Umpankan Pacar Sendiri demi Peras Korban

11/06/2026 9:00 PM
Rokok ilegal di Blitar.

Peredaran Rokok Ilegal di Blitar hingga Trenggalek Picu Kerugian Negara Rp1,21 Miliar

11/06/2026 8:24 PM

“Sebelum kejadian itu, dia (Fitria) VC-an (video call) sama saya. Kata-katanya yang terakhir ‘ibu saya minta maaf. Saya sebagai anak selalu ngeriwuki (merepotkan), ayah ibu saya minta maaf’,” kata Afi, sapaan Nurul Afifi, di kediamannya, di kawasan Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (1/11/2023) sore.

Seakan menjadi ikatan batin dan insting yang kuat, bagi Afi tak biasanya Fitria mengatakan permintaan maaf secara berulang-ulang. Namun, di pikirannya dan suaminya, Munir, tak terlintas sedikit pun bahwa permintaan maaf itu menjadi kalimat terakhir yang diucapkan oleh anaknya.

Dalam lamunannya, Fitria hanya tidak ingin orang tuanya repot untuk menggelar syukuran tujuh bulanan kandungannya.  “Biasanya nggak ngomong gitu, baru kemarin minta maaf terus. Tapi saya ya nggak ada pikiran apa-apa anak mau ningkepi (syukuran tujuh bulan). Sudah saya jelaskan kalau tidak merepotkan, wong itu untuk anak saya,” jelasnya.

Namun, pada 31 Oktober 2023 malam sekitar pukul 23.00 WIB, Afi dihubungi oleh Ibu Kepala Desa (Kades) Parerejo yang mengatakan bahwa anaknya sedang mengalami pendarahan. Tak berlama-lama, ia lantas berangkat dari Surabaya menuju Pasuruan untuk melihat kondisi anaknya.

Namun, betapa syoknya dia ketika melihat dalam satu gang area rumah korban dipenuhi oleh puluhan orang. Lantas, tiba-tiba dia dan suami dibawa menuju ke salah satu rumah tetangga korban. Di sana, dia bertemu Bu Kades beserta beberapa tokoh masyarakat setempat.

“Saya didudukkan, Bu Kades bilang ‘ibu yang sabar nggih, anaknya meninggal mati syahid, anak ibu dibunuh’ tapi kata meninggalkan itu dipelankan. Saya langsung nangis berok-berok (keras),” katanya.

“Bilangnya awal pendarahan, anak saya kan kurus saya takut kena janinnya. Katanya mau dibawa ke RS Bhayangkara Porong. Saudaranya saya tanyai nggak jawab. Padahal digoroknya jam empat tapi saya baru dikasih tahu jam 11 malam, enam jam sudah meninggal, sudah lama itu,” sambungnya.

Ia lantas menuju puskesmas dan melihat putrinya terbujur kaku, gamisnya yang rapi bercampur dengan noda darah di mana-mana. Kaki Afi seketika lemas saat melihat luka di leher putrinya yang cukup dalam. “Saya kaget. Saya langsung minta diantar ke puskesmas. Saya cium tidak ada bau darah sama sekali,” bebernya.

Polisi mengungkap bahwa tersangka Khoiri membunuh Fitria setelah mencoba untuk melakukan aksi pelecehan seksual ketika Fitria sedang tertidur di kamarnya, pada Selasa (31/10/2023), sekitar pukul 16.30 WIB.

Fitria yang sadar lantas berteriak. Khoiri pun langsung menuju dapur untuk mengambil pisau dan kembali untuk membunuh Fitria. Setelah itu, Khoiri kabur dan bersembunyi di rumah saudaranya bernama Subari (saksi).

Sementara itu, saat peristiwa tersebut, suami korban, Muhammad Sueb tidak sedang berada di rumah karena bekerja.

Fitria dengan luka dan bersimbah darah dinyatakan meninggal beserta janinnya saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Purwodadi.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari inimertua bunuh menantupembunuhan wanita hamilSurabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Komplotan remaja di Blitar.

Modus “Penggerebekan Palsu”, Komplotan Remaja di Blitar Umpankan Pacar Sendiri demi Peras Korban

by Dwi Linda
11/06/2026 9:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Nasib apes menimpa GNS, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun asal Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Niat hati...

Rokok ilegal di Blitar.

Peredaran Rokok Ilegal di Blitar hingga Trenggalek Picu Kerugian Negara Rp1,21 Miliar

by Dwi Linda
11/06/2026 8:24 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Peredaran barang kena cukai ilegal masih marak terjadi di wilayah jalur selatan Jawa Timur. Kantor Pengawasan dan...

Maidi.

Wali Kota Nonaktif Maidi: Dana CSR Dipakai Atasi Pencemaran Lingkungan di Madiun

by Dwi Linda
11/06/2026 5:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/06/2026),...

Hukuman mati

Hukuman Mati Mengintai, Polisi Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Mojokerto

by Mochamad Abdurrochim
11/06/2026 1:20 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ancaman hukuman mati menanti dua pelaku kasus peredaran narkoba cair yang dikemas dalam catride vape di wilayah...

Next Post
Ibu Fitria Sempat Minta Anaknya Pisah Rumah Setelah Tahu Besan Suka Main Perempuan

Ibu Fitria Sempat Minta Anaknya Pisah Rumah Setelah Tahu Besan Suka Main Perempuan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID