KEDIRI, Tugujatim.id – Permasalahan jalan rusak menjadi persoalan yang berkepanjangan di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Ada 4 desa mengeluhkan jalan berlubang dan lampu penerangan jalan yang kurang hingga menimbulkan kecelakaan.
Hal tersebut disampaikan beberapa kepala desa di Kecamatan Banyakan. Salah satunya Santoso, kepala Desa Ngablak. Dia mengeluhkan jalan rusak di desanya, yaitu jalan utama desa menuju kota madya. Dia mengaku jalan sudah 8 tahun tidak diperbaiki.
“Saya minta jalan rusak segera diperbaiki,” ungkap Santoso saat Ngopi bersama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di kantor Kecamatan Banyakan, Jumat (28/01/2022).

Sementara itu, di desa lain juga mengeluhkan hal yang sama, yaitu Desa Manyaran. Jalan umum kabupaten sejauh 1 kilometer (km) rusak dan tak ada penerangan jalan sejauh 3 km. Sama halnya dengan di Desa Tiron, jalan yang menghubungkan 3 desa mengalami kerusakan, bahkan ketika musim hujan tiba dapat menimbulkan kecelakaan.
“Jalan provinsi yang menghubungkan Desa Tiron, Mayaran, dan Desa Banyakan dalam kondisi rusak,” ungkap Kepala Desa Tiron Ina Rahayu.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Pramana langsung meminta dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk meninjau ke lokasi tersebut. Dia juga menargetkan untuk pembenahan jalan tersebut selesai pada 2022.
“Segera diperbaiki ya Pak, tahun ini selesai,” ungkap Dhito kepada kepala dinas PUPR yang hadir di acara Ngopi bersama bupati Kediri.