Warga Dukuh Menanggal Tolak Akses Jalan RS Siloam Cito Surabaya

  • Bagikan
Warga Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya yang menoak rencana RS Siloam yang menggunakan jalan umum yang sudah sempit sebagai akses lalu lintas ambulan. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Warga Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya yang menoak rencana RS Siloam yang menggunakan jalan umum yang sudah sempit sebagai akses lalu lintas ambulan. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Rencana pengoperasian Rumah Sakit (RS) Siloam di area Cito Mall Surabaya banyak membawa persoalan. Ada pihak-pihak yang menolak hadirnya RS Siloam itu, seperti dari Paguyuban P4, Apartemen dan warga Dukuh Menanggal 1 Surabaya, alasannya beragam.

Naryono, 74, sesepuh sekaligus warga Dukuh Menanggal 1 Surabaya, menjelaskan alasannya menolak pemakaian jalan umum warga untuk akses ambulans RS Siloam. Apalagi, jalan umum itu sekarang sudah macet karena terpakai oleh parkir mobil.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Saya penghuni situ (Dukuh Menanggal 1, red) sudah 50 tahun. Walaupun dipakai untuk pintu masuk atau pintu keluar, kami tidak setuju. Sampean lihat saja sekarang. Sekarang aja parkirnya tiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis sampai ke jalan tol sini. Warga sendiri aja kalau lewat sulit,” terang Naryono pada pewarta Tugu Jatim saat diwawancara di City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya, Rabu (10/02/2021), pukul 12.00 WIB.

Naryono, 74, menjelaskan alasan penolakan rencana pemakaian jalan umun untuk lalu lintas ambulance milik RS Siloam di area Cito Mall Surabaya. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Naryono, 74, menjelaskan alasan penolakan rencana pemakaian jalan umun untuk lalu lintas ambulance milik RS Siloam di area Cito Mall Surabaya. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Selain itu, Naryono juga mengajak pewarta Tugu Jatim untuk diperlihatkan situasi dan lokasi jalan umum warga yang rencananya akan dipakai sebagai akses ambulans milik RS Siloam. Jelas warga tidak setuju, menolak dengan keras, lantaran suara ambulans yang berlalu-lalang bakal membuat bising.

“Ayo sini aku tunjukkan, kenapa harus lewat kampung? Dia bisa lewat jalan lurus sini aja, kan tembus nanti (ke depan, red). Sekarang gini aja, kalau bicara itu hadirkan pikiran kita pada orang lain. Sampean seandainya ada di posisi kami gimana? Coba jawab,” tegasnya.

Naryono menyampaikan, bahwa warga Dukuh Menanggal 1 Surabaya tidak setuju dengan pemakaian jalan umun warga untuk akses ambulans saja. Sedang soal pembangunan dan pengoperasian RS Siloam, tidak dipersoalkan oleh warga setempat.

“Kalau Rumah Sakit (RS) Siloam tidak saya tolak, yang saya tolak soal jalan. Akses jalan, sekarang mari kita lihat ke sana. Kita sarankan lokasinya langsung nembus ke sana, kalau jalan warga dipakai saya tidak setuju,” lanjutnya.

Kemudian, Naryono sempat tercetus bahwa sejak dulu antara warga Dukuh Menanggal 1 Surabaya dan pihak Siloam, selalu ada kontroversi, konflik, dan bertentangan satu sama lain. Sejak dahulu Siloam selalu ingin membuka jalan di wilayah tersebut.

“Kalau sampean bertempat tinggal di sini, sampean perbolehkan gak kira-kira? (kalau jalan warga dipakai jalan Rumah Sakit (RS) Siloam, red). Sejak dulu, Siloam itu sudah bertentangan dengan kami, sejak awal Siloam mau buka jalan di sana, untuk keluar dan masuk,” pungkasnya. (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan