TUBAN, Tugujatim.id – Jajanan tradisional khas Tuban, Jawa Timur, tetap memiliki tempat di hati masyarakat meski kue modern seperti nastar dan kastengel semakin populer. Menjelang Lebaran, camilan lawas seperti kemplang, kacang sembunyi, dan ladrang masih banyak diburu, bahkan pesanan bisa mencapai ratusan kilogram.
Salah satu yang masih mempertahankan eksistensi jajanan tradisional ini adalah Rusmini, 40, seorang perajin camilan asal Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Sejak belasan tahun lalu, dia telah menekuni usaha produksi jajanan tradisional dan terus mempertahankannya di tengah persaingan ketat.
Baca Juga: Mengenal Jajanan Kemplang, Suguhan Keripik Renyah Khas Tuban saat Berlebaran
“Setiap hari saya membuat jajanan ini sendiri di rumah. Tapi kalau sudah masuk Ramadan, permintaan bisa melonjak tajam. Sekarang saja, pesanan sudah hampir 100 kilogram dan kemungkinan masih akan bertambah menjelang Lebaran,” ujar Rusmini saat ditemui di rumah produksinya pada Jumat (21/03/2025).
Jajanan tradisional yang dijual Rusmini terdiri dari berbagai macam varian. Mulai dari kemplang, kacang sembunyi, kacang asin, pastel, ladrang, dan kerupuk seblak. Setiap jenis memiliki cita rasa khas yang berbeda, mulai dari gurih, asin, hingga sedikit manis.

Meski tergolong jajanan lawas, peminatnya tetap banyak. Bahkan, pelanggan Rusmini tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Bojonegoro, Lamongan, hingga Malang.
Menurut dia, banyak pembeli yang mengaku lebih menyukai jajanan tradisional dibanding kue modern karena memiliki rasa yang lebih autentik dan tidak terlalu manis.

“Kalau kue-kue modern itu rata-rata rasanya manis, sedangkan jajanan tradisional ini lebih beragam. Ada yang gurih, asin, pedas, bahkan ada juga yang sedikit manis tapi tetap ringan di mulut. Itulah kenapa banyak orang tetap mencari jajanan ini,” kata Rusmini.
Harga Jajanan Tradisional yang Dijual Rusmini
- Kemplang: Rp30.000/kg
- Kacang sembunyi: Rp60.000/kg
- Pastel: Rp60.000/kg
- Kacang asin: Rp80.000/kg
- Ladrang: Rp25.000/kg
- Kerupuk seblak: Rp70.000/kg
Di era digital yang serba cepat ini, banyak orang mulai beralih ke makanan instan dan jajanan pabrikan yang lebih praktis. Namun, bagi Rusmini, mempertahankan usaha jajanan tradisional bukan sekadar soal bisnis, tetapi juga upaya melestarikan warisan kuliner daerah.
Menurut dia, banyak pelanggan yang membeli jajanan ini karena mengingatkan mereka pada masa kecil. Ada yang teringat momen Lebaran di rumah nenek, ada juga yang mengenang masa-masa bermain di kampung dengan camilan khas di tangan.

“Setiap orang punya kenangan sendiri dengan jajanan tradisional ini. Ada yang bilang, kalau Lebaran tanpa kemplang atau ladrang rasanya kurang lengkap,” tutur Rusmini.
Meskipun usahanya masih berbasis rumahan, dia tetap berusaha menjaga kualitas produknya. Dia memilih bahan baku yang berkualitas dan mempertahankan cara pembuatan tradisional agar rasa dan teksturnya tetap autentik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati







