MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto mempunyai bentang alam pegunungan yang asri dan sejuk. Namun suasana tenang dan sepi tersebut belakangan terusik setelah beberapa kali menjadi tempat langganan pembuangan mayat.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto mengingatkan bahwa Pacet yang memiliki keindahan alam dan kesejukannya tidak dijadikan lokasi kejahatan dan termasuk membuang mayat dari pelaku tindak kejahatan.
“Saya peringatkan agar tidak menjadikan Pacet sebagai tempat membuang mayat. Pacet itu indah dengan nuansa alam yang asri, jangan kotori,” tandasnya.
AKBP Ihram mengatakan akan menindak tegas setiap pelaku tindak kejahatan. Pacet yang jauh dari keramaian rumah penduduk dan terlebih kawasan jurang diduga memang menjadi pilihan para pelaku kejahatan, walaupun selama ini selalu berhasil diungkap pelakunya.
BACA JUGA: Potongan Tubuh Korban Mutilasi Mojokerto Masih Ditemukan di Kos-Kosan
“Selama saya masih menjabat sebagai Kapolres Mojokerto, saya tangkap siapa saja yang nekat berbuat (membuang mayat di Pacet),” tegasnya.
Sebelumnya, kawasan Pacet Mojokerto digegerkan penemuan potongan tubuh berupa kaki kiri di jurang. Potongan ini kemudian diketahui korban mutilasi.
Hasil pendalaman pelaku berhasil ditangkap. Pelaku AM, warga asal Labuhanbatu, Sumatera Utara dan korban diketahui sebagai TAS, warga Lamongan.
BACA JUGA: Rumah Dikunci Korban Jadi Dalih Pelaku Mutilasi Mojokerto
Pelaku AM mengaku kesal dan tertekan secara ekonomi dan membuatnya lepas kendali hingga tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri tersebut.
Tak hanya itu, pelaku AM juga menguliti dan memutilasi jasad korban TAS menjadi bagian-bagian kecil. Potongan tubuh ini lantas dimasukkan ke tas merah dan dibuang secara acak di jurang Pacet Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








