MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pelaku maupun pengelola usaha wisata serta ekonomi kreatif di Mojokerto diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi. Fenomena ini sering disebut dengan kemarau basah, seperti klaim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa kemarau basah bukanlah musim hujan yang telat tiba, namun sebuah anomali cuaca yang sulit diprediksi.
Kepala Site Site Manager Perhutani Alam Wisata kawasan wisata Air Panas Padusan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Parwoto mengatakan, berbagai persiapan dilakukan sebagai antisipasi anomali cuaca. Seperti pelatihan untuk staf operasional serta pramuwisata terkait mitigasi kebencanaan, keselamatan kerja, hingga penggunaan sistem komunikasi darurat.
Baca Juga: Jalur Pacet-Cangar Masih Buka Tutup, Cuaca Ekstrem Masih Membayangi
“Briefing-briefing juga kami berikan kepada staf dan petugas-petugas tentang prosedur keselamatan berikut langkah-langkah bila terjadi situasi darurat. Sosialisasi juga dilakukan untuk memastikan agar akses menuju destinasi wisata tetap aman,” ungkapnya, Senin (02/06/2025).
Parwoto menambahkan, upaya ini ditempuh untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan serta memberikan ketenangan bagi wisatawan yang sedang berkunjung. Terutama untuk kunjungan yang masih terjadi ketika kemarau basah belum usai.
“Komunikasi juga dijalin dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) maupun kepolisian. Pengecekan berkala juga dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








