TUBAN, Tugujatim.id – Meski masa pelunasan biaya haji sudah berjalan lebih dari dua pekan, sebagian besar calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Tuban masih belum melunasi. Dari 1.575 jemaah haji Tuban yang berhak lunas, baru 190 orang yang menyelesaikan pembayaran. Artinya, masih ada 1.385 jemaah yang belum melunasi Bipih 2026.
Pelunasan tahap I berlangsung sejak 23 November hingga 24 Desember 2025, dan masih menyisakan pekerjaan besar di tingkat kabupaten mengingat jumlah jemaah haji Tuban yang belum melunasi sangat signifikan.
Baca Juga: Update Biaya Haji 2026, Rincian BPIH–Bipih Embarkasi Surabaya dan Jadwal Pelunasan Resmi Kemenag
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Imam Bukhori menyampaikan bahwa sejumlah faktor menjadi penghambat lambatnya pelunasan. Padahal, banyak jemaah haji Tuban sebenarnya sudah memenuhi syarat utama, yakni istitaah kesehatan.
“Banyak yang sudah istitaah tapi belum melunasi. Salah satu kendalanya ada di siskohatkes yang kadang tidak lancar, sehingga saat input data sering terkendala. Kadang mudah, kadang juga tersendat,” terangnya.
Dari data terakhir hingga Minggu (kemarin), jumlah jemaah Tuban yang telah mengantongi istitaah mencapai 510 orang.
Sebanyak 344 orang lebih dulu dinyatakan istitaah. Tambahan 166 orang baru menyelesaikan istitaah. Meski begitu, dari total tersebut, mayoritas belum melunasi.
“Yang sudah istitaah masih banyak yang belum bayar. Ini yang sedang kami dorong supaya segera melunasi sebelum batas akhir,” kata Imam.
Percepatan Proses Input Data Istitaah saat Malam Hari
Untuk mempercepat proses, Kemenag Tuban menginput data istitaah pada malam hari. Langkah ini dilakukan untuk mengejar antrean data yang menumpuk saat sistem siskohatkes mengalami gangguan.
“Kami lakukan input malam hari, jadi malam hari tetap bekerja supaya data jemaah cepat masuk sistem dan bisa segera melunasi,” jelas Imam.
Langkah ini dilakukan agar data istitaah segera terbaca sistem dan jemaah bisa langsung melunasi ke bank tanpa menunggu lama.
“Kami upayakan penginputan dilakukan terus-menerus setiap hari. Begitu data istitaah masuk, jemaah bisa langsung ke bank untuk melunasi,” jelasnya.
Imam mengingatkan para jemaah agar tidak menumpuk pelunasan di pekan terakhir. Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan antrean bank dan layanan kesehatan akan membeludak menjelang penutupan.
“Waktu pelunasan masih ada, tapi jangan ditunda. Lebih cepat lebih baik supaya tidak menumpuk di akhir dan menghindari kendala sistem,” ujarnya.
Dengan masih banyaknya jemaah yang belum melunasi, Kemenag Tuban terus melakukan pendekatan melalui KUA kecamatan, kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), hingga penyuluh agama agar proses pelunasan berjalan sesuai target sebelum batas waktu 24 Desember 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








