JEMBER, Tugujatim.id – Sebanyak 120 peserta berlaga pada Liga Santri Berkuda Memanah Jember untuk bidik kemenangan. Di bawah teriknya matahari Jawa Timur, puluhan santri cilik menunjukkan kemahiran luar biasa membidik objek. Mereka melesatkan anak panah dengan presisi tinggi sambil mengendalikan kuda yang sedang berlari.
Aksi memukau ini terjadi dalam ajang Turnamen Memanah Berkuda Santri yang digelar di Pesantren Babussalam, Tempurejo, Sabtu (24/8/2025) lalu. Penyelenggara acara, Kusnadi, menjelaskan bahwa kompetisi ini menampilkan dua jenis pertandingan utama.
Pertama adalah panahan sambil berkuda (horseback archery), dan kedua panahan konvensional di atas tanah (ground archery).
“Kami menghadirkan berbagai tingkatan mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas, dengan pembagian untuk putra dan putri. Total ada sekitar 120 peserta muda yang datang dari 15 institusi pesantren berbeda di wilayah Jember,” ungkap Kusnadi.
BACA JUGA: Mas Tamam Hadiri Final Liga Santri Piala Kasad 2022, Ponpes Al Falah Menang 3-1 atas Ponpes Sumur Tengah
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga biasa, kegiatan ini memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Kusnadi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pordasi Memanah Jember, menekankan bahwa aktivitas memanah sambil berkuda mengajarkan nilai-nilai penting seperti ketenangan jiwa, konsentrasi tinggi, dan pembentukan kekuatan fisik.
“Kombinasi antara menjaga keseimbangan tubuh di atas punggung kuda yang bergerak dinamis sambil mengarahkan busur dengan tepat memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa,” paparnya.
Menurut Kusnadi, panahan berkuda dapat membantu mengatasi permasalahan modern seperti obesitas pada anak dan ketergantungan berlebihan terhadap perangkat digital. Bahkan, cabang olahraga ini direkomendasikan oleh para pakar sebagai terapi untuk individu berkebutuhan khusus.
Aspek strategis juga tidak luput dari perhatian. Kusnadi menegaskan bahwa turnamen ini sekaligus menjadi wadah pencarian bibit unggul atlet masa depan. Indonesia saat ini telah diakui secara internasional sebagai pusat pengembangan olahraga panahan berkuda terdepan.
BACA JUGA: 12 Pesantren Bojonegoro Ikut Piala KASAD Liga Santri PSSI Tahun 2022
“Tidak sedikit atlet berprestasi yang berasal dari lingkungan pesantren. Melalui Liga Santri Berkuda Memanah ini, kami berupaya membangun jembatan persaudaraan antar-institusi pendidikan Islam sekaligus mempromosikan cabang olahraga tradisional,” jelasnya.
Di sisi lain, salah seorang juara, Mohammad Haris Al Fatih Said yang meraih posisi runner-up pada kategori ground archery tingkat SMP putra, mengungkapkan kegembiraannya. Siswa kelas VIII SMP Plus Darussolah ini mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam kategori panahan berkuda.
“Untuk horseback archery memang belum berhasil meraih kemenangan karena tingkat kesulitannya sangat tinggi. Membidik sasaran sambil berada di atas kuda yang bergerak cepat membutuhkan latihan ekstra. Syukurlah masih diberi kesempatan untuk berprestasi di kategori panahan darat,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








