139 Ribu Siswa di Kabupaten Malang Telah Terdaftar untuk Jalani Vaksinasi Covid-19 - Tugujatim.id

139 Ribu Siswa di Kabupaten Malang Telah Terdaftar untuk Jalani Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Dindik Kabupaten Malang telah mendaftarkan 139 ribu siswanya untuk dilakukan vaksin Covid-19. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Dindik Kabupaten Malang telah mendaftarkan 139 ribu siswanya untuk dilakukan vaksin Covid-19. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang mulai menjalankan vaksinasi bagi anak atau pelajar usia 12 hingga 17 tahun. Bahkan, menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang telah mendaftarkan sebanyak 139 ribu siswa untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Kepala Dindik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan bahwa data 139 ribu siswa usia 12 hingga 17 tahun di Kabupaten Malang tersebut telah diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

“Datanya sudah kami setorkan ke Dinkes Kabupaten Malang. Ada sekitar 139 ribu siswa yang kami ajukan untuk divaksin. Data itu ambil dari data pokok pendidikan (Dapodik) kami,” ujarnya, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi anak tersebut direncanakan akan digelar di sekolah sekolah. Pemilihan lokasi sekolah ditujukan demi memisahkan pelaksanaan vaksinasi anak dengan masyarakat umum.

Dengan demikian, pendataan vaksinasi anak juga akan lebih mudah. Sehingga sasaran maupun realisasi vaksinasi anak dapat terdata dengan akurat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Rencananya pelaksanaan vaksinasi bisa di sekolah agar siswa yang ada di sekitar sekolah tersebut bisa lebih mudah,” ucapnya.

Dia berharap vaksinasi anak tersebut bisa segera tersalurkan kepada seluruh sasaran yang ada. Sehingga jika sewaktu waktu kebijakan pembelajaran tatap muka diberlakukan maka Kabupaten Malang sudah siap.

“Mudah mudahan bisa segera tersalurkan. Namun mau bagaimana lagi memang saat ini belum ada lagi vaksinnya. Jadi kita harus menunggu,” paparnya.

 

  • Bagikan