15 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Wilayah Winongan, Pasuruan

  • Bagikan
Operasi yustisi yang digelar oleh Koramil 0819-15/Winongan di Pasuruan. (Foto: Dokumen)
Operasi yustisi yang digelar oleh Koramil 0819-15/Winongan di Pasuruan. (Foto: Dokumen)

PASURUAN, Tugujatim.id – Total sebanyak 15 warga terjaring operasi yustisi petugas gabungan di wilayah Winongan, Pasuruan, Selasa (2/2/2021). Operasi tersebut dilakukan baik untuk pengendara roda dua, roda empat, maupun tempat-tempat umum.

Operasi yustisi tersebut merupakan upaya lantaran adanya perpanjangan masa Pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai dengan tanggal 8 Pebruari 2021 mendatang, Kodim 0819/Pasuruan bersama instansi terkait lebih intensif melakukan operasi penegakan disiplin aturan 3M di tiap-tiap wilayah teritorial Kodim Pasuruan.

Menyikapi hal tersebut, Danramil jajaran Kodim 0819/Pasuruan bekerja sama dengan forkopimka di tiap-tiap wilayah kecamatan se-Pasuruan setiap hari terus melakukan Operasi Gakplin penerapan aturan 3M, hal tersebut bertujuan menekan lonjakan penyebaran wabah COVID-19 di tengah masyarakat.

Demikian halnya yang dilakukan dari Koramil 0819-15/Winongan di bawah pimpinan Kapten Czi S. Djoko Wahono hari ini Selasa (02/02/21) memimpin anggotanya bersama instansi terkait di tambah tim Sukarelawan yang ada di Kec. Winongan bersama-sama menggelar operasi pemakaian masker, pemasangan pamflet dan memasang selebaran aturan Prokes di setiap sudut Jalan Raya Rejoso Desa Gading kecamatan Winongan.

Sebelum operasi dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan apel pengecekan personel yang dipimpin langsung oleh Kapten Czi S. Djoko Wahono dengan jumlah kekuatan personel yang terlibat sebanyak 27 anggota gabungan terdiri dari TNI-Polri,Satpol PP, Banser, Sukarelawan Perangkat desa Gading, Tim Satgas Covid19 serta Anggota MWCNU kecamatan Winongan.

“Penerapan protokol kesehatan terus kita gencarkan bersama pihak terkait lainnya. Bahkan, selama penerapan prokes, para personel harus menjadi pelopor utama dan contoh yang baik bagi masyarakat”, terang Kapten Czi S. Djoko Wahono.

Dalam Operasi Gakplin tersebut, yang menjadi sasaran adalah warga masyarakat, baik yang berada di tempat umum maupun pengendara roda 2 dan roda 4 yang melanggar protokol kesehatan. Selama kegiatan dilaksanakan sebanyak 15 orang terjaring razia karena tidak mematuhi protokol kesehatan dan diberikan sangsi sosial seperti menyapu jalan, mengucapkan Pancasila serta ada yang diminta oleh petugas untuk membaca surat Al-Fatihah. (*/gg)

  • Bagikan