3 Juta Lebih Data Penduduk Bocor, Kominfo Kabupaten Malang Nonaktifkan Aplikasi SIPEDULI dan PADUKA - Tugujatim.id

3 Juta Lebih Data Penduduk Bocor, Kominfo Kabupaten Malang Nonaktifkan Aplikasi SIPEDULI dan PADUKA

  • Bagikan
Ilustrasi kejahatan siber (cyber crime). Diketahui Kabupaten Malang mengalami kebocoran data penduduk sebanyak 3,1 juta. (Foto Ilustrasi: Pixabay)
Ilustrasi kejahatan siber (cyber crime). Diketahui Kabupaten Malang mengalami kebocoran data penduduk sebanyak 3,1 juta. (Foto Ilustrasi: Pixabay)

MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Studi CISSReC mengatakan bahwa total sebanyak 8.797.669 data kependudukan warga Indonesia bocor di situs web para hacker. Mirisnya, data yang paling banyak bocor adalah data milik warga Kabupaten Malang dengan total 3.165.815 data.

Mengetahui hal tersebut, Dinas Kominfo Kabupaten Malang mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk melindungi data para warganya.

“Kami memback up di keamanan jaringan, dan sudah kita lakukan, jadi sudah aman,” terang Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz, saat dikonfirmasi tugumalang.id, Grup Tugu Jatim pada Kamis (10/06/2021).

Salah satu cara yang dilakukan Kominfo Kabupaten Malang adalah menonaktifkan 2 aplikasi milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang. Kedua aplikasi tersebut adalah SIPEDULI dan SIPADUKA.

“Beberapa aplikasi dia sudah di-offkan untuk sementara waktu, permintaannya itu sudah kita kerjakan apa yang diminta. Yang di-offkan cuma aplikasi SiPeduli dan Paduka itu saja,” ucapnya.

SIPEDULI sendiri adalah aplikasi yang digagas oleh Dispendukcapil Kabupaten Malang untuk mempermudah kepengurusan Kartu Keluarga, KTP, KIP dan Akta Kelahiran secara online melalui link sipeduli.malangkab.go.id. Sementara SIPADUKA adalah sistem pelayanan adminduk jalur khusus via online atau chatting untuk mengurus KTP Elektronik, KIA, Kartu Keluarga, Kartu Kelahiran, Kematian, dan aktivasi data.

Lalu, saat disinggung kenapa Kabupaten Malang menyumbang oaling banyak data yang dicuri, Anis enggan menjawab.

“Kenapa tidak tanya capil (catatan sipil)? Kalau capil itu hanya meminta tolong untuk memperkuat keamanan saja dan sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang disebut sebagai 1 dari 4 kabupaten yang mengalami kebocoran data penduduk terbanyak. Jumlah yang disebutkan, terdapat 3.165.815 data penduduk yang bocor di sejumlah situs web hacker. Data-data yang didapat dari peretasan ini diduga diperjualbelikan.

Menurut laporan lembaga studi CISSReC, total ada sekitar 8.797.669 data penduduk yang bocor di situs web para hacker. Kabupaten Malang menjadi daerah dengan jumlah kebocoran data penduduk terbanyak mencapai 3.165.815 data.

Lalu disusul Kabupaten Bekasi sebanyak 2.339.060, Subang 1.989.263, dan Kota Bogor 1.303.531 data. Kebocoran data ini diposting oleh pengguna Raid Forums forum hacker dengan username GadiZ. Disebutkan, data kependudukan itu dijual oleh GadiZ mulai dari harga 169 hingga 300 dolar AS.

Pakar Keamanan Siber, Pratama Persada menyayangkan atas dugaan kelalaian pemerintah daerah dalam menjaga data pribadi penduduknya.

Menurutnya, kelalaian menjaga data penduduk semacam ini bisa dikenakan Pasal 26 ayat (1) dan (2) UU ITE.

3,1 Juta Data Penduduk Kabupaten Malang Bocor, Dijual di Situs Hacker

  • Bagikan