3 Makna Implisit Drama Korea Start-Up yang Wajib Kamu Tahu

  • Bagikan
3 Makna Implisit Drama Korea Start-Up yang Wajib Kamu Tahu
Poster drakor Start-Up yang tengah booming. (Foto: kpopmap)

Tugujatim.id – Dunia pecinta drama Korea masih dibuat kagum dengan alur cerita dan akting para pemain salah satu drama yang sedang booming ini. Start-up masih mampu menjaga popularitasnya di kalangan penggemarnya dengan suguhan akting Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kim Seon-ho, and Kang Han-na.

Drama Korea Start-Up
Para tokoh di drama korea Start-Up. (Foto: kpopmap)

Salah satu drama yang tayang di Netflix sejak 17 Oktober lalu ini menceritakan lika-liku sekelompok pemuda dalam mempertahankan bisnis start-up mereka. Mengambil tema yang dekat dengan kondisi generasi milenial saat ini ada beberapa hal yang bisa kamu pelajari dari drama ini. Langsung saja simak ketiga makna implisit yang diajarkan drama Start-Up.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

1. Membangun bisnis start-up bukan hanya soal otak jenius dan teknologi canggih

Membangun bisnis start-up
Cerita membangun bisnis start-up di drama korea dengan judul yang sama. (Foto: Netflix)

Dalam drama ini Nam Joo-hyuk yang memerankan Do-san bersama kedua temannya membangun sebuah start-up yang diberi nama Samsan Tech. Perusahaan mereka bergerak dalam pengembangan teknologi Artificial Intellegence (AI) dimana melalui pengembangan inovasi mereka banyak investor berdatangan. Akan tetapi hak ini tidak berlangsung lama, mengapa?

Baca Juga: 5 Skill Penting untuk Sambut Tahun 2021

Do-san dan timnya sama sekali tidak memiliki perencanaan matang untuk bisnis mereka. Tim mereka terlalu fokus pada pengembangan produk sampai melupakan bagaimana mereka akan menghasilkan uang dari produk itu. Di lain sisi, hal yang dibutuhkan oleh investor adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi di perusahaan mereka. Dalam hal ini ada 2 hal penting yang perlu dipersiapkan untuk membangun start-up yaitu tujuan perusahaan yang jelas dan bagaimana cara untuk menghasilkan profit.

2. Tidak semua orang sanggup menjadi CEO

Menjadi CEO Start-Up bukanlah hal yang mudah.
Menjadi CEO sebuah perusahaan Start-Up bukanlah hal yang mudah. (Foto: Netflix)

Drama berjudul Start-Up ini mengajarkan bahwa akan lebih baik untuk menempatkan orang yang memang berkompeten di bidangnya. Do-san selaku CEO (Chief Executive Officer) di Samsan Tech sangat tidak cocok dengan posisinya. Dia cenderung kikuk di depan banyak orang dan tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan menyampaikan idenya dengan baik. Do-san sangat berkompeten dalam hal pemrograman dan teknologi sehingga akan lebih baik jika dia berada di posisi CTO (Chief Technology Officer).

Baca Juga: Hindari Melakukan 7 Hal ini di Rutinitas Pagi

Akhirnya mereka memutuskan untuk merekrut seseorang untuk menjadi CEO. Melalui proses seleksi terpilihlah sosok Dal-mi yang diperankan oleh Bae Suzy dengan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan aktif mengikuti perkembangan di sekitarnya. Dari kondisi ini bisa kita ambil pelajaran bahwa menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya adalah jalan terbaik.

3. Chemistry vs Kredensial: mana yang kamu pilih?

Ilustrasi Chemistry vs Kredensial dalam film (Foto: Netflix)

Selama proses pemilihan CEO, terdapat dua kandidat kuat yaitu Dal-mi dan In-jae. Melihat dari kedua kandidat ini ada hal penting yang membedakan mereka. Dal-mi tidak memiliki pengalaman sebagai CEO dan bahkan tidak menempuh kuliah meskipun ia memiliki adalah sosok yang visionaris, memiliki kemampuan komunikasi dan perencanaan yang baik. Sedangkan In-jae sudah berpengalaman menjadi seorang CEO di salah satu perusahaan keluarganya.

Menyikapi hal ini, Do-san selaku pendiri perusahaan memikirkan bahwa jika mereka memilih Dal-mi, mereka akan menjadi sebuah tim dengan posisi sejajar sedangkan In-jae akan memperlakukan mereka seperti atasan dan bawahan. Dalam drama korea berjudul Start-Up ini akhirnya Dal-mi terpilih sebagai CEO.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Hal yang bisa kita pelajari bahwa chemistry sangat penting bagi perusahaan apalagi jika masih dalam tahap perintisan. Namun tentu chemistry bukan satu-satunya opsi untuk memilih seorang CEO. Adanya chemistry akan membangun kerja sama tim ke arah yang baik bagi perkembangan perusahaan.

Tidak hanya cerita romansa namun drama Korea juga bisa mengajarkan nilai-nilai bisnis untuk kehidupan kita. Asal jangan sampai lupa waktu saat nonton drama Korea ya. (Andita Eka W/gg)

 

Referensi: medium.com

Terinspirasi Drakor “Start Up”, Khofifah Bakal Bangun Kawasan Industri 4.0 di Malang

  • Bagikan