4 Pelajar SLB Pamerkan Karya Lukisan di ‘Pameran Lukisan perEMPUan’ Bojonegoro - Tugujatim.id

4 Pelajar SLB Pamerkan Karya Lukisan di ‘Pameran Lukisan perEMPUan’ Bojonegoro

  • Bagikan
Bunga Sepatu dan Bunga Kamboja hasil karya pelajar SLB, Mukhbita dan Laila. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Bunga Sepatu dan Bunga Kamboja hasil karya pelajar SLB, Mukhbita dan Laila. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pameran Lukisan bertajuk ‘per EMPU an’ yang diselenggarakan oleh kelompok pelukis Sangrupa di Café Jambonesia Jalan Lettu Suwoto, Kabupaten Bojonegoro ini secara resmi dibuka pada Sabtu (10/04/2021) lalu. Di antara sederetan lukisan yang terpajang, terdapat beberapa lukisan istimewa, yakni lukisan yang dibuat oleh empat pelajar wanita Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pameran yang dibuka selama 20 hari sejak peresmiannya ini diikuti oleh 21 pelukis dari berbagai daerah, mereka telah menghadirkan sebanyak 50 lukisan untuk dipamerkan.

“Total 50 lukisan. 21 pelukis yang terdiri dari anggota Sang Rupa dan peserta luar daerah, seperti Surabaya, Solo, Nganjuk ,Tuban,” kata Founder Komunitas Sangrupa, Eko Peye Fibermans kepada Tugu Jatim, Minggu (18/04/2021).

Yang menjadi perhatian, beberapa lukisan yang dipajang merupakan hasil karya pelajar SLB, salah satunya Mukhbita (19) yang merupakan penyandang tuna grahita atau gangguan pendengaran. Lukisan bertajuk Bunga Sepatu ini mendapat pujian dari sang Founder Sangrupa.

Pameran lukisan di Café Jambonesia Jalan Lettu Suwoto, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Pameran lukisan di Café Jambonesia Jalan Lettu Suwoto, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Sungguh mengagumkan karya-karyanya, meski dengan segala keterbatasan mereka mampu melampaui secara teknik dan visulisasi dg baik. Lagi pula mereka sangat pede dan bangga bisa turut berpartisipasi,” imbuh Eko.

Total ada 4 pelajar yang mengikuti pameran yang digelar di Café Jambonesia Jalan Lettu Suwoto, Kabupaten Bojonegoro ini. Pelajar SLB tersebut bukanlah anggota dari Sangrupa, namun pihak pameran sengaja memberikan akses kepada semua orang yang ingin berkarya, termasuk kepada mereka penyandang disabilitas.

“Sengaja Sangrupa untuk memberi ruang apresiasi bagi kaum disabilitas,” kata Eko.
Dengan digelarnya pameran ini, Eko Peye berharap Sangrupa akan lebih maju dan terus mengedepankan apresiasi masyarakat terhadap seni melukis.

Pameran lukisan di Café Jambonesia Jalan Lettu Suwoto, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Pameran lukisan di Café Jambonesia Jalan Lettu Suwoto, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Ke depan Sangrupa selangkah lebih maju untuk menumbuhkembangkan iklim berkesenian khususnya seni rupa di Bojonegoro, membuka jaringan dengan pihak luar daerah, dan terpenting Sangrupa selalu mengedepankan apresiasi bagi masyarakat dan pemerintah dinas terkait,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Andre, yang juga wakil dari komunitas kaligrafi, sempat tak percaya saat melihat karya pelukis dari SLB yang dipamerkan tersebut.

“Luar biasa, ada juga yang bikin kaligrafi. Saya hampir tak percaya kalau itu karya pelajar SLB,” ujarnya.

  • Bagikan