• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi gerhana bulan. (Foto: Pixabay) tugujatim

Ilustrasi gerhana bulan. (Foto: Pixabay)

4 Tradisi Unik Masyarakat Indonesia saat Gerhana Bulan

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Gerhana bulan total akan terjadi di wilayah Indonesia pada Rabu (26/05/2021) malam. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena super blue blood moon secara langsung.
Pada fenomena super langka ini, ada kebiasaan masyarakat Jawa yang dilakukan saat terjadinya gerhana bulan. Sebagian orang menganggap kebiasaan itu sebagai mitos turun temurun. Lalu apasajakah mitos tersebut? Berikut Tugu Jatim telah merangkumnya.

1. Masyarakat Jawa Menumbuk Lesung

Masyarakat Jawa meyakini fenomena gerhana bulan ini terjadi akibat raksasa jahat Batara Kala sedang menelan bulan. Bagi mereka yang percaya mitos ini akan memukul lesung padi yang diibaratkan seperti sedang memukul-mukul jasad Batara Kala yang masih hidup itu dengan tujuan Batara Kala akan merasa geli dan mual sehingga bulan yang ditelannya akan dimuntahkan lagi.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

2. Selamatan Sego Rogoh

Saat terjadi gerhana, perempuan hamil harus membuat selamatan sego rogoh. Yaitu memasukkan nasi dan lauk pauk ke kuali atau wadah yang terbuat dari tanah liat. Kemudian makanan itu dikeluarkan kembali dari wadahnya. Hal ini dimaksudkan agar perempuan hamil tak takut kegelapan saat gerhana itu terjadi.

3. Memukul Kentongan

Kepercayaan di masyarakat Dayak, gerhana terjadi lantaran bulan ditelan oleh mahluk halus yang mereka sebut dengan Ruhu. Mereka akan memukul gong agar bulan kembali muncul. Berbeda dengan masyarakat Dayak Ngaju. Saat gerhana, mereka akan memukul atau menggoyang batang pohon buah-buahan untuk membangkitkan “Gana”, yaitu roh dari pohon tersebut agar pohon tersebut berbuah lebat.

Selain itu, memukul kentongan juga dilakukan masyarakat Tidore yang disebut Dolo-dolo. Kentongan dari bahan bambu dipukul secara bersamaan saat terjadinya gerhana bulan. Tujuannya pun sama, yaitu mengusir raksasa yang menelan bulan.

4. Mencuri Beras Tetangga

Ini merupakan tradisi khas warisan nenek moyang Suku Bugis saat menyambut fenomena gerhana bulan, khususnya yang berada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Mereka akan saling mencuri segenggam beras satu sama lain. Beras yang dicuri nantinya diubah menjadi bedak yang dipercaya dapat mempercantik wajah si pemakai.

Tags: gerhanagerhana bulantradisi
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Penertiban spanduk dan reklame hajatan yang dilakukan oleh Satpol PP di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (26/5/2021). (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

Satpol PP Trenggalek Tertibkan 513 Spanduk dan Baliho Hajatan Tak Berizin

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID