PASURUAN, Tugujatim.id – Terjadi peningkatan kasus penyakit campak di Kota Pasuruan pada awal 2026. Pada dua bulan pertama tahun ini, kasus campak sudah mencapai puluhan dan menyasar beragam kelompok usia.
Dalam catatan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, sampai Februari 2026 tercatat 56 kasus penyakit campak. Penderitanya mulai dari kalangan balita, remaja, hingga orang dewasa.
Baca Juga: Lima Anak di Kota Malang Terjangkit Wabah Campak
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Shierly Marlena mengungkapkan bahwa balita menjadi kelompok paling banyak terjangkit penyakit campak.
“Kasus campak di Kota Pasuruan tercatat selama Januari dan Februari 2026 mencapai 56 kasus. Yang terdampak tidak cuma balita, tapi remaja dan orang dewasa. Akan tetapi memang paling banyak terjadi pada balita,” ujar Shierly pada Senin (09/03/2026).
Jumlah tersebut meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana sepanjang tahun 2025, kasus campak di Kota Pasuruan ada sebanyak total 74 kasus.
Shierly mengatakan, salah satu yang menyebabkan adanya peningkatan kasus campak adalah imunisasi yang tidak lengkap pada sebagian masyarakat. Padahal, penyakit campak sangat dengan mudah menular.
Baca Juga: Pemkab Jember Gandeng Organisasi Internasional UNICEF, Cegah KLB Campak
“Salah satu penyebabnya adalah imunisasi yang tidak lengkap. Kemudian juga pola hidup sehat dan bersih yang masih kurang. Padahal penyakit campak sangat mudah menular,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Shierly memastikan bahwa sampai saat ini di Kota Pasuruan tidak ada laporan kasus kematian akibat penyakit campak.
“Sampai sekarang di Kota Pasuruan tidak ada kasus kematian akibat campak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








