600 Pelajar MAN Kota Batu Jalani Vaksinasi - Tugujatim.id

600 Pelajar MAN Kota Batu Jalani Vaksinasi

  • Bagikan
Salah seorang siswi madrasah di Kota Batu menjalani pemeriksaan sebelum vaksinasi, Selasa (14/9/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah seorang siswi madrasah di Kota Batu menjalani pemeriksaan sebelum vaksinasi, Selasa (14/9/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Upaya perluasan capain vaksinasi di Kota Batu terus dikebut. Kini, giliran siswa madrasah mendapat jatah vaksinasi. Total, ada 600 pelajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu menjalani vaksinasi, Selasa (14/9/2021).

Kepala Sekolah MAN Kota Batu Farhadi bilang, ini merupakan jatah vaksinasi pertama kali di jajaran pendidikan di bawah Kementerian Agama di Kota Batu. Dengan begitu, pelaksanaan sekolah tatap muka nanti bisa berjalan aman dan nyaman.

”Dari total 1.200 guru dan siswa di MAN Kota Batu, vaksinasi ini hanya menyasar 600 siswa, karena sebagian siswa lain sudah dapat vaksin di tempat lain. Kalau guru, sudah vaksin semua,” kata dia pada awak media.

Kepala Sekolah MAN Kota Batu Farhadi saat meninjau pelaksaanaan vaksinasi bagi anak didiknya, Selasa (13/9/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala Sekolah MAN Kota Batu Farhadi saat meninjau pelaksaanaan vaksinasi bagi anak didiknya, Selasa (13/9/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Farhadi menjelaskan, para siswa yang menjalani vaksin ini sudah mendapat persetujuan orang tua. Hasilnya, antusiasnya kata dia juga luar biasa. ”Saya harap nanti bisa dapat jatah lagi biar semua murid bisa vaksin. Begitu juga sekolah madrasah yang lain,” kata dia.

Dia berharap dengan proses vaksinasi yang terus dicapai ini nanti bisa membantu upaya pemerintah dalam percepatan vaksinasi sehingga herd immunity atau kekebalan massal bisa segera terbentuk.

Dengan begitu, proses pembelajaran bisa dilakukan seperti semula dengan sekolah tatap muka. Menurut dia, sekolah tatap muka lebih efektif dalam proses penyerapan pembelajaran jika dibanding sekolah daring alias online.

”Kami, begitu juga siswa sudah rindu kembali bersekolah. Saya melihat antusiasme itu sejak awal PTM terbatas kemarin. Jika biasanya dulu banyak yang telat, tapi kemarin hampir gak ada yang telat,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang siswa, Toriq Abdul Wahab mengaku menyambut positif dengan vaksinasi yang digelar sekolahnya. Dirinya pun berharap sekolah tatap muka bisa segera dimulai lagi.

”Kalau sekolah daring itu banyak gangguan, mulai sinyal dan gak bisa fokus. Ya semoga memang bisa sekolah lagi,” harapnya.

  • Bagikan