• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Presiden pertama RI, Sukarno saat membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. (Foto: Dokumen/Perpustakaan Nasional) tugu jatim

Presiden pertama RI, Sukarno saat membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. (Foto: Dokumen/Perpustakaan Nasional)

7 Fakta yang Jarang Diketahui Orang di Balik Kemerdekaan Indonesia

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Tak terasa sudah 76 tahun kita menikmati udara kebebasan atas penjajahan yang pernah dialami selama 300 tahun. Tentu pahit getirnya perjuangan para pendahulu menjadi kisah tak terlupa bagi anak cucu. Oleh karena itu, beragam perayaan kemerdekaan kerap serentak dilakukan di seluruh pelosok negeri sembari mengumandangkan proklamasi di hari yang azim. Namun, ternyata ada berbagai fakta mengejutkan dibalik layar kemerdekaan yang belum banyak orang tahu. Apa saja itu?

1. Fakta Duka Tanggal 17 Agustus

Meskipun tanggal 17 Agustus selalu diperingati sebagai hari kemerdekaan, nyatanya di tanggal yang sama pencipta lagu kebangsaan Indonesia, WR Soepratman (1937) dan pencetus Ilmu Bahasa Indonesia, Herman Neubronner van deer Tuuk (1894) meninggal dunia.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

2. Sukarno Sempat Sakit

Di tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya dua jam sebelum proklamasi kemerdekaan, presiden Sukarno ternyata jatuh sakit setelah merasa suhu badannya meninggi saat sedang tidur. Dan setelah diperiksa oleh dokter, beliau didiagnosis mengidap malaria tertiana. Hal itu disebabkan karena beliau berjuang menyusun naskah proklamasi semalaman di rumah Laksamana Maeda.

3. 50 Tusuk Sate

Setelah menerima pengangkatan Sukarno menjadi presiden RI Indonesia, beliau merayakannya dengan membeli sate 50 tusuk dan menyantapnya sambil terduduk jongkok dengan santai di dekat got dan tong sampah.

4. Naskah Asli Proklamasi Sempat Dibuang di Tempat Sampah

Banyak cerita yang mengungkapkan bahwa naskah asli proklamasi yang ditulis tangan oleh Sukarno sendiri ditemukan dibuang di tempat sampah oleh wartawan BM Diah. Salah satu kisahnya ternyata naskah asli itu yang sebelumnya sudah disalin oleh Sajuti Melik, dan setelah merasa tidak memerlukannya lagi, ia membuangnya. Karena takut hal serupa kembali terjadi, BM Diah memutuskan menyimpan naskah tersebut selama 49 tahun lamanya dan akhirnya diserahkan ke museum Arsip Nasional pada tahun 1992.

5. Mikrofon Pinjam di Toko Elektronik, Bendera dari Kain Seprai

Acara Kemerdekaan Indonesia saat itu diselenggarakan sangat sederhana. Tiang yang akan digunakan untuk mengerek bendera terbuat dari bambu yang dipotong secara kasar dan ditanam beberapa menit sebelum acara, katrolnya konon terbuat dari gelas bekas sahur Moh. Hatta, tidak ada musik dan protokol, mikrofon yang dipinjam dari toko elektronik, dan kain bendera yang sudah disiapkan sehari sebelumnya oleh Fatmawati ternyata terlalu kecil sehingga beliau memutuskan untuk menjahit bendera kebangsaan dari seprai putih yang ada di rumahnya dan kain merah yang dibeli seharga 500 sen dari tukang soto.

6. Dokumentasi Proklamasi Dirampas Tentara Jepang

Detik-detik proklamasi saat itu hanya didokumentasikan oleh kakak beradik Frans Mendur (wartawan Harian Asia Raya) dan Alex Mendur (wartawan Domei). Setelah acara tersebut usai, ternyata tentara Jepang mendatangi mereka untuk merampas filmnya. Meskipun foto yang diabadikan Alex terlanjur dirampas saat tengah dijemur, beruntungnya foto yang sempat diabadikan Frans terlebih dahulu dikubur sembari menunggu keadaan aman di bawah pohon halaman kantor Asia Raya kemudian ia bahkan berbohong kepada tentara Jepang bahwa negatif filmnya sudah diambil Barisan Pelopor.

7. Suara Pembacaan Teks Proklamasi Direkam Tahun 1951

Suara Sukarno saat tengah pembacaan teks proklamasi sebenarnya adalah rekaman ulang yang dilakukan di studio Radio Rekaman Republik Indonesia tahun 1951, karena pada tahun 1945 saat itu teknologi masih belum begitu canggih sehingga belum bisa merekam video dan suara.

Tags: HUT RI Ke-76Kemerdekaan RIpahlawanSejarah
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Permana saat memamerkan jersey home Arema FC yang dilaunching bertepatan dengan HUT RI ke-76, Selasa (17/8/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Launching Jersey Home Terbaru, Arema FC Tonjolkan Aksen Kejayaan Kerajaan Masa Lalu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID