• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mata air.

Salah satu dari tujuh mata air kaki Gunung Argopuro, Balong Keramat Kiai Muhammad Nur di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. (Foto: Dok. Diskominfo Jember)

7 Mata Air Keramat Argopuro di Jember, Ketika Spiritualitas dan Kehidupan Menyatu dalam Tradisi Turun-Temurun

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Terpancar dari kaki Gunung Hyang Argopuro bagian selatan, terdapat tujuh sumber mata air yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Keberadaan mata air tersebut bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, melainkan telah menjadi warisan kearifan lokal yang sarat makna filosofis. Masyarakat setempat meyakini bahwa setiap tetes air yang muncul dari perut bumi membawa energi positif dan keberkahan dari alam serta arwah para leluhur.

You might also like

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

05/06/2026 8:00 PM
Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

05/06/2026 7:21 PM

“Ini bukan sekadar air biasa. Ada dimensi kehidupan yang lebih dalam, ada warisan spiritual dari nenek moyang,” tutur Irham Fidaruzziar, pengurus Karang Taruna Panti yang turut melestarikan tradisi, Jumat (17/10/2025).

Baca Juga: Jejak Peradaban Kuno Terungkap di Lereng Argopuro Jember, Badean Peluang Jadi Destinasi Warisan Budaya

Irham mengungkapkan, ketujuh sumber tersebut merepresentasikan tujuh karakter mulia, seperti ikhlas, sabar, teguh, penyayang, sederhana, jujur, dan rendah hati. Filosofi ini telah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari warga, layaknya air yang mengalir memberi manfaat tanpa mengharap imbalan.

Puncak dari penghormatan terhadap mata air ini terwujud dalam ritual “Tilik Sumber”, sebuah perjalanan rohani mengunjungi ketujuh lokasi. Rute dimulai dari Sumber Tunjung (Desa Panti), berlanjut ke Sumber Kembar (Desa Pakis), Balong Keramat (Desa Kemuningsari Lor), Sumber Waduk (Glagahwero), Sumber Suci (Desa Suci), Sumber Kemiri (Desa Kemiri), hingga bermuara di Sumber Suko (Desa Serut) yang melambangkan kesejahteraan hidup.

Setiap pemberhentian diwarnai ritual doa kolektif, taburan bunga, dan persembahan hasil pertanian sebagai ungkapan syukur.

Mata air Argopuro Jember.
Suasana salah satu dari tujuh mata air di kaki Gunung Argopuro Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Kami bukan memuja airnya, tetapi menghargai karena dia adalah karunia Ilahi yang menghidupi kami,” tegas Irham.

Klimaks upacara terjadi saat “Penyatuan Tujuh Sumber”, yakni pencampuran air dari seluruh lokasi dalam satu wadah besar. Sebagian kemudian didistribusikan kembali ke setiap desa sebagai lambang harmoni dan kesetaraan.

“Ritual ini mengajarkan bahwa semua sumber memiliki nilai yang sama. Tidak ada yang superior, semuanya memberi kehidupan secara merata,” jelasnya.

Balong Keramat Jejak Historis Kiai Muhammad Nur

Kepala Desa Kemuningsari Lor Abdul Waqik menerangkan, Balong Keramat memiliki jejak historis dengan Kiai Muhammad Nur, pendiri Ponpes Nahdlatul Arifin. Setiap tahunnya, ritual Haul sang ulama digelar dengan pawai hasil bumi menuju pesantren, dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah.

“Ini medium untuk menjaga memori kolektif terhadap tokoh agama sekaligus mempererat ikatan sosial lintas generasi,” paparnya.

Di balik nilai sakralnya, tradisi ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Saat prosesi berlangsung, para pedagang kuliner tradisional, perajin, dan pelaku usaha mikro meraup keuntungan hingga tiga kali lipat dari hari biasa.

Bagi komunitas Panti, air bukan melulu soal kebutuhan biologis, namun telah menjadi metafora persatuan, harmoni alam, dan bentuk penghambaan kepada Yang Maha Kuasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniGunung Hyang ArgopuroJemberKabupaten Jember hari iniMata Air di Argopuro Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

by Dwi Linda
05/06/2026 8:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Seorang jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Bandara Internasional Juanda...

Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

by Dwi Linda
05/06/2026 7:21 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Publik heboh dengan beredarnya informasi dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang perwira menengah di lingkungan Polres Blitar....

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Next Post
Kereta api di Mojoanyar.

Dibatasi! Perlintasan Kereta Api di Mojoanyar Mojokerto Kembali Dibuka

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID