SIDOARJO, Tugujatim.id – Tujuh sekolah di Sidoarjo yang masuk kategori sulit terjangkau mendapat perhatian khusus dari dinas pendidikan dan kebudayaan (dispendikbud). Berbagai bantuan disiapkan, mulai dari transportasi siswa, rehabilitasi bangunan, hingga usulan insentif bagi guru.
Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo juga memastikan seluruh lulusan sekolah tersebut dapat diterima di SMP negeri sesuai ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Baca Juga: Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih mengatakan, saat ini terdapat enam sekolah dasar (SD) negeri dan satu madrasah ibtidaiyah (MI) swasta yang masuk kategori sekolah sulit terjangkau. Menurut dia, kondisi geografis dan minimnya jumlah penduduk membuat jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut relatif sedikit sehingga berdampak pada jumlah peserta didik.
“Di Kabupaten Sidoarjo ada enam SD yang merupakan sekolah sulit terjangkau dan satu MI. Kondisi ini memengaruhi jumlah siswa karena memang jumlah penduduk di daerah tersebut sedikit, sehingga anak usia sekolah juga terbatas,” kata Netti kepada Tugu Jatim, Rabu (22/07/2026).
Pada tahun ajaran 2026, SDN Gebang 2 menerima empat siswa baru kelas I, sedangkan SDN Sawohan 2 menerima lima siswa baru. Sementara itu, SDN Kupang 4 tidak menerima siswa baru sehingga kini hanya memiliki total 12 peserta didik.
Bantuan Transportasi hingga Sewa Perahu
Untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan, dispendikbud memberikan bantuan transportasi sebesar Rp100 ribu per bulan kepada setiap siswa di sekolah sulit terjangkau serta bantuan alat tulis. Khusus SDN Gebang 2 dan SDN Sawohan 2, dispendikbud juga mengalokasikan bantuan sewa perahu sebesar Rp6,6 juta per bulan selama 12 bulan yang telah dianggarkan melalui APBD 2026 karena akses menuju sekolah hanya dapat ditempuh melalui jalur air.
Dispendikbud juga mengusulkan insentif transportasi bagi guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah yang bertugas di sekolah-sekolah sulit dijangkau. Usulan tersebut akan diajukan melalui APBD 2027.
Guru yang bertugas di sekolah-sekolah tersebut terdiri atas dua kategori aparatur sipil negara (ASN), yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Netti mengatakan insentif bagi guru di sekolah sulit dijangkau sebelumnya pernah diberikan hingga 2021. Kini, insentif tersebut kembali diusulkan untuk dianggarkan.
“Dulu guru pernah menerima insentif hingga tahun 2021. Sekarang kami mengusulkan kembali penganggarannya untuk 2027. Kajiannya sudah kami sampaikan kepada Bapak Bupati,” kata Netti.
Rehabilitasi Sekolah Dilakukan Bertahap
Dia mengatakan rehabilitasi sekolah bukan baru dianggarkan pada 2027. Perbaikan telah dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir, salah satunya di SDN Kupang 4 yang mendapat rehabilitasi dua ruang kelas melalui APBD Kabupaten Sidoarjo pada 2024.
Menurut dia, kondisi geografis membuat bangunan sekolah di wilayah sulit terjangkau lebih cepat mengalami kerusakan. Dinding dan atap, misalnya, lebih mudah keropos akibat cuaca sehingga rehabilitasi harus dilakukan secara bertahap.
Pada 2026, SDN Kupang 4 kembali diusulkan memperoleh anggaran rehabilitasi sekitar Rp247 juta melalui program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain itu, SDN Kupang 3 juga telah masuk dalam data usulan program revitalisasi Kemendikdasmen.
“Kedua sekolah itu sudah masuk dalam data program revitalisasi Kemendikdasmen tahun 2026. Kami masih menunggu tahapan lanjutan dari kementerian, termasuk bimbingan teknis (bimtek) dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Harapan kami pelaksanaannya bisa dilakukan pada 2026,” kata Netti.

Sementara itu, SDN Sawohan 2 diusulkan memperoleh anggaran rehabilitasi sekitar Rp846 juta melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2027. Netti mengatakan usulan tersebut membutuhkan anggaran lebih besar karena distribusi material dan akses menuju sekolah hanya dapat dilakukan melalui jalur air.
Berdasarkan data Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo, terdapat 463 sekolah dasar (SD). Netti mengatakan rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada skala prioritas dan kemampuan anggaran agar penanganan dapat dilakukan secara merata.
“Di Kabupaten Sidoarjo ada 463 SD yang semuanya membutuhkan perhatian. Karena itu, rehabilitasi dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas,” kata Netti.
Dia memastikan seluruh lulusan SD dan MI yang masuk kategori sekolah sulit terjangkau akan otomatis diterima di SMP negeri sesuai ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Seluruh lulusan peserta didik di sekolah dasar dan MI kategori sekolah sulit terjangkau dipastikan 100 persen dapat langsung diterima di SMP negeri,” kata Netti.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mendorong pemerintah daerah mengalokasikan tunjangan transportasi bagi guru yang bertugas di sekolah sulit terjangkau melalui APBD 2027. Menurutnya, kebijakan itu diperlukan karena guru masih ditemukan menanggung sendiri biaya transportasi menuju lokasi mengajar.
“Guru di wilayah terpencil, seperti SDN 4 Kupang, masih menanggung sendiri biaya transportasi. Karena itu kami mengusulkan adanya tunjangan khusus yang didukung regulasi daerah,” kata Dhamroni.
Dia juga meminta pemerintah daerah segera memprioritaskan perbaikan akses jalan menuju SDN 4 Kupang. Menurut dia, kebutuhan transportasi air menuju SDN Sawohan 2 Buduran dan SDN Gebang 2 Kecamatan Sidoarjo telah difasilitasi melalui bantuan sewa perahu.
“Kalau transportasi perahu ke SDN Sawohan 2 Buduran dan SDN Gebang 2 Kecamatan Sidoarjo sudah ada perhatian. Sekarang yang perlu menjadi fokus adalah perbaikan akses jalan menuju SDN 4 Kupang,” tegasnya.
Berdasarkan data Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo, tujuh sekolah di Sidoarjo yang masuk kategori sulit terjangkau meliputi SDN Gebang 2 Sidoarjo, MIS Al-Abror Kalikajang Gebang Sidoarjo, SDN Sawohan 2 Buduran, SDN Tambak Kalisogo 1 Jabon, SDN Kupang 3 Jabon, SDN Kupang 4 Jabon, dan SDN Kedungpandan 2 Jabon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fauzan
Editor: Dwi Lindawati







