78 Ternak di Kediri Positif PMK, 8 Desa Dilockdown

78 Ternak di Kediri Positif PMK, 8 Desa Dilockdown

  • Bagikan
Ilustrasi peternak sapi di Kabupaten Kediri.
Ilustrasi peternak sapi di Kabupaten Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu jatim)

KEDIRI, Tugujatim.idVirus PMK sudah masuk ke Kabupaten Kediri. Sebanyak 78 sapi dinyatakan positif virus tersebut. Akibatnya, 8 desa di Kediri dilockdown sehingga peternak terancam tak bisa jual ternaknya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri menyebut bahwa saat ini terdapat 76 sapi dan 2 kambing yang terjangkit virus yang menyerang mulut dan kuku itu.

Desa yang terpapar tersebut yaitu Desa Medowo dan Banaran di Kecamatan Kandangan, Desa Asmorobangun di Kecamatan Puncu. Lalu, Desa Besowo dan Kebunrejo di Kecamatan Kepung, Sukoharjo di Kecamatan Kayen Kidul, Dukuh di Kecamatan Ngadiluwih dan Desa Cendono di Kecamatan Kandat.

“Saat ini, suspect terinfeksi ada 76 sapi dan 2 ekor kambing yang terindikasi tertular penyakit mulut dan kuku. Tersebar di 8 desa, dari 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri,” ungkap Tutik Purwaningsih, ditemui saat meninjau pasar Gadungan Pare, Senin (23/5/2022).

Tutik mengungkapkan, imbas masuknya virus PMK ke Kabupaten Kediri itu pihaknya akan melakukan penutupan jalur distribusi di desa yang terjangkit PMK. Hal itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus.

“Untuk melokalisir penyebaran virus, kami berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melockdown desa yang terpapar, yaitu melarang untuk memasukan dan mengeluarkan hewan ternak di desa itu,” ungkapnya.

Kepala DKPP menambahkan, untuk menanggulangi hewan yang sakit, pemerintah terus melakukan pemantauan kepada 8 desa yang terpapar. Selain itu, Tutik juga secara rutin melakukan penyemprotan di setiap kandang milik peternak.

“Kami terus juga melakukan penyemprotan di setiap kandang milik peternak, namun ini kami lakukan berbeda. Yang biasanya petugas kami keliling menyemprot, kali ini petani sendiri yang melakukan penyemprotan. Jadi kami yang beri obatnya untuk disemprotkan petani sendiri,” pungkasnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan